Berita Pamekasan

Wacana Pembangunan Jalan Tol Trans Madura Ditolak Sejumlah Tokoh, Dikhawatirkan Terjadi Hal-Hal ini

Tokoh Madura menolak usulan tentang pembangunan Jalan Tol Trans Madura. Khawatirkan timbulkan pada masalah-masalah ini.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Jembatan Suramadu 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Usulan dari sekelompok orang tentang pembangunan Jalan Tol Trans Madura mendapat pertentangan dari sejumlah tokoh Madura.

Tokoh Madura, Gus Arifin A Hamid mengatakan, pembangunan Jalan Tol Trans Madura dikhawatirkan akan terjadi akuisisi lahan produktif pertanian dan perkebunan. Baik itu lahan milik perorangan masyarakat atau milik korporasi (perusahaan).

"Jika yang terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu akan berdampak pada produksi tanaman setempat," kata Gus Arifin A Hamid kepada TribunMadura.com, Kamis (2/9/2021).

Ketua Koperasi NU Jatim ini khawatir akan berpotensi memunculkan spekulan dan mafia tanah jika wacana pembangunan Jalan Tol Trans Madura ini direalisasikan.

Selain itu, pembangunan Jalan Tol Trans Madura, kata dia, dikhawatirkan akan menambah persoalan baru di Pulau Madura yang sudah aman dan tentram.

"Nanti juga kana memunculkan sentra-sentra usaha dan bisnis baru dimana pemilik dan pelakunya bukan berasal dari Madura," duganya.

"Sehingga program ini akan jauh panggang dari api ketika dikaitkan dengan penguatan ekonomi keumatan," sambungnya.

Menurut Gus Arifin, bila rencana pembangunan Jalan Tol Trans Madura ini dilakukan, maka akan terjadi mati surinya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah jalur utama secara perlahan.

Hal ini nantinya akan membuat para pelaku UMKM dan pengusaha logistik menjerit.

"Ini belajar dari kejadian pasca beroperasinya Tol Jembatan Suramadu yang telah membuat jalur Kamal - Bangkalan menjadi jalur mati, tentunya kita tidak akan mengulang kisah sedih ini," sesalnya.

Pendapat Gus Arifin, Jalan Tol Trans Madura ini bila terealisasi hanya akan dinikmati oleh kalangan orang mampu, dan tidak akan berdampak kepada para pengusaha logistik (angkutan barang) dan masyarakat umum.

"Tentu mereka akan kembali menggunakan jalan nasional atau jalur utama," bebernya.

Mengacu dari beberapa pandangan polemik ini, para tokoh Madura mengusulkan solusi perbaikan jalur transportasi Madura sebagai berikut:

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved