Breaking News:

Berita Madura

Misi Madura Sadar Covid-19, RS Terapung Ksatria Airlangga Arungi 14 Pulau, Termasuk Raas & Masalembu

Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga akan berlayar selama satu bulan dalam rangka memberikan pemahaman tentang Covid-19 pada masyarakat Madura.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Febrianto Ramadani
Rektor Universitas Airlangga, Prof Mohammad Nasih, secara simbolis memberangkatkan 25 nakes rumah sakit apung Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), Samping Timur Kantor Syahbandar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu pagi (4/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), akan berlayar selama satu bulan dalam rangka memberikan pemahaman, yang berkaitan dengan Covid 19 kepada masyarakat Madura.

Dalam acara ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir memberikan sambutan via virtual.

Pulau yang akan diarungi oleh 25 tenaga kesehatan, tenaga medis, dan peneliti meliputi Pulau Kalianget, Sapudi, Raas, Arjasa, Kangayan,  Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sapekensepanjang, Gili Raja, Gili Labak, Gili Genting, Gili Iyang, Masalembu, Masakambing, hingga Karamian.

Rumah sakit apung tersebut secara simbolis diberangkatkan oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof Mohammad Nasih, Samping Timur Kantor Syahbandar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu pagi (4/9/2021).

Prof Nasih juga melihat perlengkapan medis di dalam kapal bersama sejumlah nakes.

Kepada awak media, Prof Nasih mengatakan, melalui rumah sakit apung ini tentunya melayani masyarakat yang sulit dijangkau dengan moda transportasi darat ataupun wilayah yang tidak memiliki landasan udara. 

"Misi kali ini lebih lengkap dibandingkan dengan sebelumnya yang fokus di layanan. Ini justru di bidang penelitian dan banyak edukasi. Setelah itu kami memberikan pelayanan yang dibutuhkan jadi mengatur ulang misinya," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat di berbagai tempat memiliki paparan bermacam macam informasi yang berbeda dan beragam.

Sehingga, pihaknya ingin melihat bagaimana respon masyarakat  terhadap informasi dalam kaitannya kehidupan sosial dan kesehatan, khususnya tentang Covid-19.

"Kebanyakan tentang kesadaran perilaku hidup sehat masyarakat. Bukan hanya Covid-19, tapi kehidupan kesehatan keseluruhan. Mulai cara menjaga dan hidup sehat, edukasi vaksinasi penggunaan masker, cuci tangan kehidupan bersih, menjaga imun," terangnya.

"Akan kami lakukan terus asal edukasi harus sesuai dengan harapan mereka, karena tidak mungkin kami menyamakan cara mengedukasi masyarakat kota dengan kepulauan, tentu agak berbeda. Ini yang kami gali dulu bagaimana caranya supaya edukasi lebih efektif," imbuhnya.

Selama berlayar, tuntas Prof Nasih, para nakes terus berkoordinasi dan mencoba memberikan edukasi.

Pihaknya juga siap melakukan vaksinasi jika ada kebutuhan program pemberian vaksin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved