Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Pamekasan, Pemkab Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar dan Remaja

Pemkab Pamekasan menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok), termasuk untuk kalangan remaja.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok), termasuk untuk kalangan remaja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr Achmad Marzuki menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan vaksinasi untuk kalangan remaja, termasuk remaja yang sedang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). 

Vaksinasi ini dikhususkan untuk remaja berusia 12 sampai 19 tahun

"Untuk anak SMA sudah dilaksanakan, SMAN 2 sudah vaksin Covid-19, dan beberapa SMA lain. Kalau jumlahnya saya tidak tahu, tetapi sekarang sudah berjalan," kata Achmad Marzuki kepada TribunMadura.com, Sabtu (4/9/2021).

Pria yang akrab disapa Marzuki ini mentarget akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk semua anak sekolah seiring berjalannya kegiatan belajar mengajar tatap muka. 

Menurut dia, vaksinasi untuk remaja itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus serta menjaga kesehatan bersama.

"Sambil belajar tatap muka, vaksinasi terus berjalan dengan protokol kesehatan (prokes). Vaksinasi itu sangat penting menjaga kesehatan kita dan keluarga kita," ujarnya.

Marzuki juga membeberkan, sasaran vaksinasi Covid-19 di Pamekasan dilaksanakan secara bertahap, mulai tenaga kesehatan (nakes) yang dilakukan pada tahap pertama.

Kemudian pelayan publik seperti TNI dan Polri, pegawai negeri serta vaksinasi untuk usia lanjut, serta vaksinasi untuk usia remaja yang di dalamnya terdiri dari anak sekolah.

Pihaknya tidak bosan-bosan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus mematikan itu dengan melakukan sosialisasi.

Termasuk sosialisasi melalui media sosial (medsos) yang saat ini cukup efektif.

"Yang pasti kita tetap lakukan edukasi, tidak pernah bosan melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Yang paling efektif lewat media sosial, masyarakat harus tahu kalau divaksin itu gunanya apa. Kalau mereka tidak memahami akan merasa tidak penting," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved