Breaking News:

Berita Terpopuler Madura

BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Oknum Polisi Jadi Tersangka hingga Rokok Ilegal di Pamekasan

TribunMadura.com merangkum sejumlah berita menarik dari wilayah Madura dalam Berita Madura terpopuler pada Selasa 7 September 2021.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
NH (istri) bersama penasehat hukumnya saat melaporkan DF ke Polres Sampang, Madura, (24/8/2021) siang. 

Mengacu dari hal itu, Pemkab Pamekasan berkolaborasi dengan Bea Cukai Madura untuk melakukan pemberantasan rokok ilegal agar tidak merugikan negara.

"Kami memohon kepada orang yang memberikan atau menawarkan rokok tanpa pita cukai, hendaknya ditolak,” pesan Frendi.

Menurut Frendi, hasil dari pemberantasan rokok ilegal itu ditemukan berbagai merek. Di antaranya merek rokok slop HJS, Clove, Turbo, Luxio, The Java dan LM Tunas.

Pada operasi bersama ini, pihaknya bersama Pemkab Pamekasan membentuk enam tim yang disebar ke berbagai toko dan pasar.

Selain melakukan pemberantasan rokok ilegal, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna tidak menerima atau menjual rokok ilegal tanpa pita cukai.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah pasar, dan toko. Jadi begini, menjual atau menyediakan rokok tanpa pita cukai itu merupakan hal yang ilegal dan dilarang oleh Negara," imbaunya.

Sementara itu, Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Madura, Tesar Pratama menjelaskan, tujuan dilakukan operasi rokok ilegal ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait BKC ilegal.

Selain itu, saat operasi juga dilakukan penindakan terhadap temuan pelanggaran rokok ilegal.

Di hari pertama ini, operasi dengan 6 tim yang masing-masing terdiri dari Bea Cukai, Pemkab Pamekasan, Polres Pamekasan, Sub Denpom V/4-3, Disperindag dan Satpol PP ini telah menyusur berbagai desa di beberapa kecamatan di antaranya; Tlanakan, Pamekasan, Pademawu, Galis, Larangan dan Kadur. 

Tim berhasil mengamankan sebanyak 50.296 batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara Rp. 26.012.760.

"Diharapkan dengan operasi bersama ini dapat menurunkan angka peredaran rokok ilegal di wilayah Madura serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rokok ilegal," kata Tesar Pratama.

Menurut Tesar, peredaran rokok ilegal mempengaruhi penerimaan cukai hasil tembakau yang pada akhirnya juga akan berimbas pada penerimaan DBHCHT di tiap daerah penghasil tembakau. 

Di sisi lain, DBHCHT sangat berperan penting dalam pembiayaan kesehatan, penegakan hukum, dan kesejahteraan petani maupun pekerja pabrik rokok.

3. Mantan Camat Batang-Batang Jadi Staf di Pemerintah Daerah

Joko Suwarno, setelah mundur sebagai Camat Batang-batang, Kabupaten Sumenep Madura tertanggal 20 Agustus 2021 usai potongan video viral atas pernyataannya memerintahkan kepala desa untuk mencuri sapi warga yang menolak untuk divaksin.

Joko Suwarno saat ini resmi dipindahtugaskan ke bagian sekretariat Pemda Sumenep dengan jabatan sebagai staf.

"Joko Suwarno saat ini bukan lagi sebagai pejabat, melainkan sebagai staf di Pemerintah Daerah (Pemda)," kata Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Abd. Madjid pada TribunMadura.com, Senin (6/9/2021).

Ia menjelaskan, pemindahan jabatan tersebut berdasarkan hasil rapat stakeholder bagian penilaian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

"Dia (Joko Suwarno) dipindah ke Sekretariat Pemda, hasil rapat bersama," kata Abd. Madjid.

Sebelumnya diberitakan, ucapan Camat Batang-batang Sumenep, Joko Suwarno, mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (20/8/2021).

Joko mundur usai didemo oleh ratusan warga atas pernyataannya memerintahkan kepala desa untuk mencuri sapi warga yang menolak untuk divaksin. 

"Keco’ Sapena Yang Gak Mau divaksin" mendapat tudingan keras dari Pemuda Peduli Sumenep (PPS) melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Kecamatan Batang-batang, Kamis (19/8/2021).

Perkataan itu dalam bentuk video berdurasi 30 detik dan viral di grup percakapan.

Dalam cuplikan video yang bercampur bahasa Madura terdapat kalimat "Curi sapinya, kata Bupati. sampai begitu. Curi sapinya orang yang tidak mau divaksin".

Camat itu sedang duduk bersama empat orang lainnya. Ada yang mengenakan pakaian TNI dan Polisi.
Sedangkan banner yang ada di belakangnya bertuliskan "Rapat Koordinasi Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep".

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Sumenep Abdul Madjid menjelaskan, pengunduran diri Joko atas kehendaknya sendiri setelah dilakukan klarifikasi oleh Inspektorat dan BKD.

"Dua hari setelah dimintai klarifikasi, Camat Joko akhirnya tanda tangan surat pengunduran diri dari jabatannya," ujar Abdul Madjid ketika dihubungi melalui telpon seluler, Selasa (24/8/2021).

Madjid menambahkan, dengan pernyataan pengunduran diri tersebut, Joko telah mengakui bahwa perbuatannya salah dan melanggar kode etik sebagai ASN.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved