Breaking News:

Berita Pamekasan

Cerita Ibunda Santri di Pamekasan, Anaknya Raih Beasiswa dari Bupati Baddrut Tamam, Merasa Bersyukur

Wasilah, warga Desa Larangan Badung bersyukur bisa menyekolahkan anaknya di pondok pesantren setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2019 lalu.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menyerahkan beasiswa santri secara simbolis di ruang Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan, Madura. 
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Wasilah, warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, bersyukur bisa menyekolahkan anaknya di pondok pesantren setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2019 lalu.
Perempuan berusia 35 tahun itu mengaku bersyukur tak henti-hentinya setelah anaknya berkenan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. 
Sebab, zaman seperti sekarang kebanyakan anak seusianya memilih sekolah di lembaga pendidikan luar pesantren atau tidak mondok. 
Menurut Wasilah, pendidikan di pondok pesantren memiliki nilai plus dibandingkan pendidikan luar pesantren, yakni pengetahuan agama yang lebih diutamakan. 
Makanya, meskipun kondisi ekonominya tidak begitu baik, ia berkeinginan kuat untuk memondokkan anaknya di pesantren.
Ternyata, rezeki memang tidak kemana kata Wasilah, karena setelah anaknya masuk pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Plakpak itu, anaknya yang bernama Ubaiturrahman mendapat beasiswa santri dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Praktis, Wasilah yang hanya ibu rumah tangga itu merasa terbantu atas adanya program beasiswa santri gagasan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam tersebut. 
Karena kebutuhan anaknya bisa terpenuhi, seperti sabun, sampo dan kebutuhan lainnya dengan nominal belanja secara keseluruhan berkisar Rp 500 ribu. 
"Saya bersyukur sekali, anak bisa mondok, dan dapat beasiswa santri, ya tentunya merasa terbantu adanya bantuan itu," cerita Wasilah kepada TribunMadura.com, Selasa (7/9/2021).
Pengakuan Wasilah, santri yang mendapat beasiswa di pondok pesantren tersebut bukan hanya anaknya saja. 
Melainkan beberapa teman seangkatan Ubaiturrahman banyak yang memperoleh beasiswa santri itu.
Dia berharap beasiswa yang diperoleh anaknya ini bisa meningkatkan semangat belajarnya di pondok pesantren, sehingga cita-citanya tercapai. 
Karena sejatinya, setiap orang tuanya menginginkan anaknya sukses kelak setelah terjun di masyarakat.
"Setiap orang tua itu ingin anaknya melebihi kesuksesan orang tuanya. Makanya beasiswa itu mudah-mudahan menjadi penyemangat anak saya untuk belajar lebih giat lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved