Breaking News:

Berita Pamekasan

Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Metode Ini yang Diterapkan Pemkab Pamekasan dan Bea Cukai Madura

Sejumlah pihak diajak berkolaborasi untuk menyampaikan informasi perihal penggunaan DBHCHT ini agar sampai ke masyarakat.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Satgas pemberantasan rokok ilegal di Pamekasan saat menyampaikan sosialisasi perihal persiapan operasi pasar bersama. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dan Bea Cukai Madura melakukan berbagai upaya untuk melakukan sosialisasi perihal penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Sejumlah pihak diajak berkolaborasi untuk menyampaikan informasi perihal penggunaan DBHCHT ini agar sampai ke masyarakat. Salah satunya, media.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Madura, Zainul Arifin menjelaskan, Pemkab Pamekasan menerima DBHCHT tahun 2021 cukup besar.

Sehingga perlu dikomunikasikan dan disampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Kata dia, sekitar 25 persen dari DBHCHT digunakan untuk penegakan hukum dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Baca juga: Celetuk Pedagang saat Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Resmikan Pastana, Sebut Bupati Ganteng?

Saat ini, ada beberapa metode yang digunakan dalam menyampaikan informasi DBHCHT oleh Pemkab Pamekasan dan Bea Cukai Madura.

Pertama melalui metode tatap muka atau manual.

Dua metode ini sudah berjalan dengan melakukan sosialisasi tatap muka ke masyarakat di beberapa desa.

“Kami juga melakukan sosialisasi melalui radio dan televisi talkshow," kata Zainul Arifin kepada TribunMadura.com, Kamis (9/9/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved