Breaking News:

Berita Sampang

Bermodal Pengalaman, Pria Disabilitas di Sampang Dipercaya Menjadi Tehnisi Mesin di BUMN

Meskipun memiliki keterbatasan sejak lahir, Munawi mampu bersaing dengan karyawan lainnya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi teknisi mesin

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
Dokumen Pribadi
Musnawi saat memperbaiki mesin di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Garam, berlokasi di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sosok tangguh, pantang menyerah, dan percaya diri yang dimiliki Munawi warga Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura dapat mengisnpirasi dan contoh. 

Meskipun memiliki keterbatasan sejak lahir, pria berusia 45 tahun tersebut mampu bersaing dengan karyawan lainnya di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Garam di Desa Pangarengan, Sampang.

Bahkan berkat ketelatenannya, pria penyandang disabilitas tuna daksa itu memiliki gaji Rp. 7 juta setiap bulannya guna menafkahi anak dan istrinya.

Munawi mengatakan bahwa, sudah puluhan tahun dirinya bekerja sebagai teknisi mesin di Perum Garam, mulai gaji Rp. 9.000 hingga nominal Rp. 7 juta.

Dengan perjalanan yang begitu panjang, lika-liku permasalahan sudah dilaluinya hingga dipercayai sampai saat ini.

Baca juga: RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Bebaskan Uang Jaminan, Layani Pasien Meski Kurang Syarat Administrasi

"Saya mulai bekerja tahun 1994, kuncinya harus telaten, percaya diri, dan jangan sampai kekurangan yang kita miliki menjadi hambatan dalam bekerja," ujarnya kepada TribunMadura.com, Kamis (9/9/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua organisasi Persatuan Penyandang Disabilitas (PPDI) itu menyampaikan, jika kemampuan memperbaiki segala mesin di Perum Garam hanya berbekal dari pengalaman.

Sebab, dirinya hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), namun saat masih di usia muda rasa ingin tahunya besar tentang keilmuan mesin.

"Kemampuan yang saya dapat secara otodidak tapi Alhamdulillah bisa menafkahi istri dan anak," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan perasaannya kepada para orang tua yang mempunyai anak penyandang disabilitas agar tidak dijadikan aib dalam keluarga.

Menurutnya, anak tersebut memiliki keistimewaan tersendiri dan nantinya akan bisa membanggakan keluarga, bahkan bisa mengangkat derajat orang tuanya.

"Jangan sembunyikan bila punya putra putri disabilitas, beri ruang untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya, tanamkan  rasa percaya diri agar bisa berinteraksi dengan masyarakat," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved