Breaking News:

Berita Pamekasan

Ketua Yayasan Ponpes Al-Hasan Pamekasan Ajak Pemkab Kolaborasi Demi Generasi Muda Agamis Nasionalis

RKH Hamid Hasan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasan Madura menyampaikan pentingnya bahu membahu antara pemerintah dengan ulama

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com
RKH Hamid Hasan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasan, Desa Srambah, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, saat memberikan sambutan di peresmian Pesantren Tangguh Bencana Covid-19, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - RKH Hamid Hasan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasan, Desa Srambah, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, menyampaikan pentingnya bahu membahu antara pemerintah dengan ulama dalam membangun negara.

Menurutnya, salah satu indikator majunya sebuah daerah bisa dilihat dari sistem pendidikan serta karakter bangsanya di daerah tersebut. 

Karena sejatinya, pendidikan itu harus disertai kualitas ilmu dan akhlak yang baik.

"Kota, negara dan bangsa tidak akan maju tanpa orang-orang yang berilmu dan berakhlak sebagaimana disampaikan ulama', yaitu berilmulah sebelum melangkah, menjadi cerdas dan berkarakter adalah tujuan utama sebuah pendidikan," kata RKH Hamid Hasan, Kamis (9/9/2021).

Ia berpendapat, peresmian santana di pondok pesantren Al Hasan ini menjadi kebanggaan tersendiri. 

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Waspada Penipuan di Pamekasan hingga Status Level PPKM Bangkalan

Karena hakikatnya ulama dan umaro' harus saling bekerja sama dalam membangun sebuah daerah agar menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghafur.

"Saya sangat bangga atas kehadiran bapak bupati ke pesantren ini, karena ulama dan umaro' itu harus andil dalam bidang apapun. Utamanya dalam bidang pendidikan, kita sebagai keluarga pondok pesantren diajarkan untuk selalu patuh aturan pemerintah," ujarnya.

Lora muda ini menjelaskan sebuah ayat yang mengandung perintah untuk mentaati Allah, Rasul dan pemerintah di daerah tersebut. 

Oleh karena itu, mentaati pemimpin merupakan perintah Allah SWT.

"Jadi mau tidak mau beliau, Bupati Pamekasan, adalah orang tua kita. Kita semua ini, termasuk pesantren adalah anak bupati, bupati ini banyak anaknya meskipun istrinya satu," katanya dalam bahasa Madura yang disambut tepuk tangan oleh masyarakat yang ada di lokasi.

Menurut RKH Hamid Hasan, pesantren memiliki tanggungjawab besar dalam membentuk peserta didik yang agamis dan nasionalis. 

Selain agamis dan nasionalis, pesantren yang dipimpinnya saat ini memiliki iktikad kuat membentuk santri yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Pondok pesantren Al Hasan ini memang tidak terlalu lama berdiri, tapi kita punya semangat untuk membentuk santri yang nasionalis dan agamis. Maka dari itu, saya sebagai ketua yayasan selalu semangat. Hukum agama saja bisa berubah akibat perubahan zaman, apalagi kita tidak mau berubah dengan perubahan zaman," tegasnya.

Ia mengajak pemerintah dan ulama juga harus bekerja sama dalam menegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar dengan cara yang makruf demi mendidik ummatnya sesuai dengan perintah agama.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved