Breaking News:

Demo Mahasiswa Kangayan Sumenep

Mahasiswa Kangayan Unjuk Rasa di Kantor Pemkab Sumenep, Tuntut 4 Hal ini kepada Bupati Achmad Fauzi

Massa mahasiswa menyampaikan tuntutannya terkait tidak maksimalnya aliran listrik di wilayah Pulau Kangean Sumenep.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Gelaran aksi unjuk rasa Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) di depan Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Massa mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) di menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (9/9/2021).

Di sana, mereka menyampaikan protes terkait tidak maksimalnya aliran listrik di wilayah Pulau Kangean sejak 2018 lalu.

Massa meminta Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk menemui mereka secara langsung.

Namun, 2 jam unjuk rasa berlangsung, Achmad Fauzi tidak juga keluar kantor untuk menemui massa.

"Kami minta bupati langsung menemui kita, tidak ada alasan ada di Surabaya," kata korlap massa aksi, Ahmad Farliansyah.

"Kami tetap minta ditemui bupati langsung dan bukan perwakilan," sambung dia.

Baca juga: BREAKING NEWS - Mahasiswa Kangayan Kepung Kantor Pemkab Sumenep, Protes Soal Listrik di Kepulauan

Aksi unjuk rasa mahasiswa depan Kantor Pemkab Sumenep dijaga ketat anggota Polres Sumenep dan Satpol PP.

Kendati tak ditemui Bupati Sumenep, massa tetap mengungkap tuntutannya.

"Aliran listrik ini adalah janji Bupati Sumenep sebelum dilantik dulu. Namun sampai sekarang belum ada kepastian. Tolong temui kami," katanya.

Ada 4 tuntutan yang disampaikan massa pada Bupati Sumenep, di antaranya pertama intervensi kebijakan PLN Madura yang menetapkan 130KWH/VA.

Tuntutan kedua, yaitu transparansi harga pemasangan KWH/VA baru dan meminta Bupati untuk mendesak PLN meratakan aliran listrik secara maksimal.

Aksi unjuk rasa Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) di depan kantor Pemkab Sumenep, Kamis (9/9/2021) 
Aksi unjuk rasa Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) di depan kantor Pemkab Sumenep, Kamis (9/9/2021)  (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

Terakhir, massa meminta Bupati Sumenep membentuk tim khusus untuk memberantas pungutan liar di Kepulauan Kangayan.

"PT PLN (Perero) ULP Kangean memberi harga sekitar 4 - 6 juta utuk harga kilometer, harga tersebut tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi warga kami," terangnya.

Hingga berita ini tayang, Bupati Sumenep belum juga menemui massa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved