Breaking News:

Berita Sampang

Simpan Celurit di Jok Sepeda, Pemuda di Sampang Ini Berurusan dengan Polisi, Akui Untuk Jaga Diri

pria berusia 26 tahun tersebut menyimpan Senjata Tajam (Sajam) berupa celurit di dalam jok sepeda motor yang dikendarainya

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
Polres Sampang
Sahuri (orange) saat diamankan anggota Polres Sampang di simpang tiga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, (6/9/2021) sekitar 17.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sahuri warga Desa Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura terancam dihukum 10 tahun penjara, Kamis (9/9/2021).

Pasalnya, pria berusia 26 tahun tersebut menyimpan Senjata Tajam (Sajam) berupa celurit di dalam jok sepeda motor yang dikendarainya.

Awal mula Sahuri berurusan dengan Satreskrim Polres Sampang, saat mengendarai kendara Vario warna hitam Nopol L 4752 RC melintas di simpang tiga Jalan Jaksa Agung Suprapto, (6/9/2021) sekitar 17.30 WIB.

Pada saat itu, Sahuri berboncengan dengan teman yang masih satu desa dengan dirinya tanpa menggunakan helm.

Sehingga, diberhentikan oleh Unit Turjawali Satlantas Polres Sampang yang kebetulan melaksanakan giat.

Baca juga: Pick Up Bermuatan Pedagang Ikan Oleng Lalu Terguling ke Sawah di Sampang, Satu Orang Tewas di Tempat

Saat di proses tilang, sikap keduanya menjadi gelisah dan mendapat perhatian dari anggota polisi di lokasi. 

Dengan rasa curiga, pengecekan seketika dilakukan, alhasil sebuah celurit lengkap dengan sarung pengamannya ditemukan.

Satreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengatakan bahwa, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata celurit itu merupakan milik Sahuri.

Alasan mebawa Sajam untuk melindungi diri dari bahaya. Namun, kata Sudaryanto apapun alasannya hal itu tidak dibenarkan mengingat sudah ada aturannya.

"Untuk teman Sahuri di pulangkan karena hanya sebatas saksi," ujarnya.

Ia menambahkan, Sahuri beserta kendaraannya saat ini berada di Mapolres Sampang untuk dilakukan proses penyidikan. 

"Kasus ini masuk ke dalam undang-undang darurat dan yang bersangkutan terancam hukuman 10 tahun penjara," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved