Berita Surabaya

RSLI Surabaya Waspadai Covid-19 Varian Baru, Kirim Sampel Pasien dengan CT Value di Bawah 15

RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mewaspadai potensi masuknya Covid-19 varian baru.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
RS Lapangan Indrapura Surabaya, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya menyampaikan kondisi terkini jumlah pasien Covid-19 yang dirawat ada 148 orang.

Rinciannya, 122 orang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan 26 orang dari pasien umum atau mandiri yang saat ini dirawat di RS Lapangan Indrapura 

Penanggung Jawab RSLI Surabaya, Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi MARS menegaskan, pihaknya tidak pernah mempunyai kewenangan mengumumkan Covid-19 varian baru yang muncul.

Ia meyebut, RS Lapangan Indrapura tidak pernah mengabarkan adanya varian baru Mu.

Tugasnya, kata dia, adalah merawat pasien Covid 19, melakukan tindak lanjut apabila ada yang perlu dicermati, dan melaporkannya kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Dinkes Provinsi Jatim dan Gubernur.

“Keberadaan pasien PMI memang menjadi bahan diskusi yang hangat. Terkait Covid-19 yang kebanyakan diderita oleh mereka adalah masuk dalam Variant of Consequence (VoC) dan karena merupakan pelaku perjalanan internasional maka selain tugas kami merawat, juga sebagai ilmuwan dan profesional di bidang kesehatan," kata dia, dalam keterangan pers, Sabtu (11/9/2021).

"Kami waspada terhadap fenomena yang ada untuk bisa mengumpulkan data dan kami tindaklanjuti dengan penelitian lalu kami sampaikan kepada pihak terkait.” papar dr Samsulhadi.

Sejak penanganan PMI, mulai 6 Mei 2021, lanjut dr Samsulhadi, RSLI mendapatkan data yang menarik.

Setelah dirawat beberapa hari dan dilakukan swab PCR lanjutan, ternyata banyak sekali dijumpai hasil CT Value dibawah 25, yakni sebanyak total 879.

Dari jumlah tersebut, terdapat 78 dengan jumlah CT Valuenya dibawah 15, 22 orang CT Value antara 5 sampai 10, dan 2 lainnya di bawah 2.

"Terhadap fenomena ini, sekali lagi kami tidak pernah mengumumkan adanya varian baru. Hanya saja, alangkah sayangnya apabila data data menarik ini lewat begitu saja, sehingga kami sampaikan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah untuk ditindaklanjuti," tegasnya.

dr. Fauqa Arinil Aulia, Spesialis Patologi Klinis Dokter Penanggung Jawab Pasien RSLI, juga menyampaikan, dari monitoring PCR kelompok PMI sebelum selesai isolasi di RSLI, beberapa kami dapatkan CT Value memang masih rendah menjelang hari ke 14 perawatan.

Sebagaimana SOP dari Kemenkes, yakni pelaku perjalanan internasional atau pekerja migran yang tiba di Indonesia, orang dari daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.

"Area dimana terjadi peningkatan kasus dan kluster penularan yang cepat, orang yang berpartisipasi dalam uji coba vaksin dan atau telah divaksinasi secara lengkap, orang dengan riwayat infeksi dan infeksi ulang, orang dengan gangguan kekebalan tubuh dan penyakit komorbid, anak anak dengan usia kurang dari 18 tahun pada daerah yang terjadi peningkatan kasus pada anak, orang yang berusia kurang dari 60 tahun gejala klinis parah, tidak memiliki penyakit penyerta, dan kasus positif yang kontak dengan kasus Varian of Concern dan Variant of Interest," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved