Ledakan Bondet di Pasuruan

Polisi Periksa Istri dan Anak Korban Ledakan Bom Bondet di Pasuruan

Polres Pasuruan Kota langsung memeriksa istri dan anak , Abdul Ghofar yang tewas dalam insiden ledakan bondet

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network
Polisi saat membawa barang bukti dalam insiden ledakan bondet di Pasuruan 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Polres Pasuruan Kota langsung memeriksa istri dan anak , Abdul Ghofar yang tewas dalam insiden ledakan bondet, Sabtu (11/9/2021).

Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Heri Dian W mengatakan, istri dan anak Abdul Ghofar sudah diamankan di Polres Pasuruan.

Disampaikan dia, istri dan anak akan dimintai keterangan terkait kebiasaan atau aktifitas yang dilakukan Abdul Ghofar apa saja setiap harinya.

"Kami menindaklanjuti pemeriksaan saksi - saksi terkait kejadian ledakan bondet di Gondangwetan, Pasuruan," katanya singkat.

Menurutnya, Korps Bhayangkara perlu melakukan pendalaman untuk mencari tahu apa yang dilakukan Abdul Ghofar setiap harinya.

Baca juga: Kisah Istri Korban Ledakan Bondet di Pasuruan, Trauma Pasca Suami Meninggal dan Rumah Hancur

Informasinya, Abdul Ghofar ini melayani pembelian bondet atau bom ikan, sehingga di rumahnya banyak menyimpan bahan peledak.

Tim Gegana Polda Jawa Timur juga sempat mengamankan bahan peledak dari lokasi kejadian, detonator dan perlengkapan lainnya.

"Kami belum berani menyimpulkan itu karena masih menunggu serangkaian pemeriksaan lebih mendalam," tambahnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan ini belum maksimal karena istri dan anak Abdul Ghofar belum bisa dimintai keterangan hingga sekarang.

"Kondisinya masih syok,mungkin kaget karena ledakan hebat dan yang bersangkutan baru saja kehilangan suaminya," papar dia.

Menurut dia, pihaknya baru bisa meminta keterangan yang bersangkutan setelah kondisinya mulai membaik dan mulai stabil.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bom ikan atau bondet meledak di sebuah rumah di Dusun Macanputih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan.

Ledakan bondet ini membuat geger. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, mulai genteng pecah, tembok rusak dan lainnya.

Ada dua rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.Dua rumah itu rata dengan tanah, tidak ada bangunan yang tersisa.

Selain itu, kejadian ini membuat dua orang meregang nyawa. Mereka adalah Mat Sidik (60) dan Abdul Ghofar. Keduanya adalah satu keluarga, bapak dan anak.

Mat Sidik meninggal di lokasi kejadian. Dia tertimpa reruntuhan bangunan rumah milik anaknya, Abdul Ghofar yang rusak akibat ledakan bondet.

Sedangkan, Abdul Ghofar meninggal saat perjalanan menuju Puskesmas untuk menjalani perawatan. Istri dan anak Abdul Ghofar selamat tapi masih dirawat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved