Breaking News:

Sempat Dikira Hilang, Satu Keluarga Ditemukan Meninggal di Balik Tumpukan Baju, Simak Kronologinya

Ketiga jenazah ditemukan dalam kondisi tertimbun plastik berisi pakaian. Saat ditemukan, tercium bau busuk yang menyengat hidung.

Editor: Aqwamit Torik
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Petugas mengevakuasi tiga mayat, pasangan suami istri dan balita, dari dalam rumah di Jalan Pangeran Antasari, Kompleks Ratu Zaleha, Gang Ki Hajar Dewantara II, RT 19 RW 02, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (10/9/2021) malam. 

Sebagian tubuh semua jenazah, terlihat sudah menghitam.

Alay, seorang relawan yang turut mengevakuasi jenazah, mengatakan diri dan rekannya harus menyingkirkan tumpukan plastik terlebih dulu sebelum bisa mengangkat jenazah.

"Posisinya tertindih tumpukan plastik berisi pakaian," ucapnya di lokasi kejadian.

Dari ruangan tempat penemuan itu, memang terlihat banyak sekali stok pakaian yang tersusun rapat ke dinding.

Saking tingginya tumpukan pakaian tersebut, letaknya hampir menyentuh langit-langit rumah.

Dari informasi terhimpun, bangunan tersebut merupakan bangunan milik H Kadir yang juga bos dari Ahmad Saubari.

Ia dan istri juga anaknya memang dipercaya untuk tidur di tempat tersebut, sekaligus bekerja di toko pakaian di Pasar Sentra Antasari.

"Rumah ini, selain ditempati keluarga itu, juga merupakan gudang baju. Tapi yang punya, tidak tinggal di sini," ucap Ahmad, warga sekitar.

Baca juga: Kisah Istri Korban Ledakan Bondet di Pasuruan, Trauma Pasca Suami Meninggal dan Rumah Hancur

Kecurigaan anak pemilik gudang

Penemuan jasad ketiga korban berawal saat Sari (22), anak H Kadir yang merupakan bos dari korban curiga karena pasangan suami istri tersebut tidak bisa dihubungi selama dua hari terakhir.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved