Berita Jawa Timur

Dalam Sehari, Jatim Kedatangan PMI hingga 600 Orang, Gubernur Khofifah Perketat Sistem Karantina

Dalam sehari, Pekerja Migran Indonesia yang datang ke Jawa Timur berkisar antara 300 hingga 600 orang.

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Sebanyak 156 pekerja migran Indonesia dari Malaysia menjalani rapid test di Terminal 2 Bandara Juanda, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia terus berdatangan masuk ke Jawa Timur.

Khofifah Indar Parawansa menyebut, Pemprov Jatim tidak hanya bertanggung jawab untuk menangani kedatangan pekerja migran Indonesia yang berasal dari Jatim saja, melainkan juga yang asalnya dari 26 provinsi di Indonesia.

Ia mengatakan, dalam sehari, Pekerja Migran Indonesia yang datang ke Jawa Timur berkisar antara 300 hingga 600 orang.

Mereka masuk ke Jawa Timur melalui angkutan udara di Bandara Juanda Sidoarjo.

Khofifah menyampaikan, upaya mengamankan pintu kedatangan dari luar negeri guna mencegah masuknya Covid-19 varian baru, dilakukan dengan memperketat sistem karantina.

Lantaran saat ini baru dua titik tempat karantina pekerja migran Indonesia yang disediakan yaitu di Asrama Haji dan juga Asrama Kemenag, Pemprov Jatim dikatakan Khofifah akan menambah satu lagi.

Tempat karantina yang akan ditambahkan yaitu di pusat isolasi dan karantina di kantor BPWS sisi Kabupaten Bangkalan.

“Jatim mendapatkan tugas dari Satgas Covid-19 Pusat untuk menerima kedatangan PMI dari 26 provinsi di Indonesia yang lewat Jatim yaitu lewat Juanda,” tegas Khofifah.

“Jumat kemarin itu yang datang ada 619 orang, lalu Sabtu yang datang 350 orang. Setiap hari selalu ada penerbangan yang membawa tenaga migran dan bahkan bisa lebih dari satu penerbangan,” tambahnya.

Sesuai dengan sistem yang baru, karantina pada tenaga migran dilakukan selama delapan hari. Sebelumnya karantina dilakukan hanya lima hari. Namun kini durasi karantina ditambah.

Begitu tenaga migran datang, maka mereka diwajibkan untuk melakukan swab PCR. Kemudian mereka dikarantina sembari menungg hasil swab. Sebelum kembali ke kabupaten kota mereka juga diswab ulang.

“Secara kumulatif sudah ada 29.772 orang tenaga migran yang kita tangani. Dari jumlah itu yang dari luar Jatim ada 4.143 orang,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa seiring dengan makin bertambahnya durasi karantina para tenaga migran tentunya keterisian bed juga menjadi semakin padat. Maka penggunaan pusat karantina di BPWS akan segera dilakukan mulai besok.

“Karena kalau dilihat berdasarkan asal daerah tenaga migran, tertinggi pertama adalah sampang, kemudian pamekasan, ketiga Bangkalan, dan keempat adalah Malang. Maka akan membantu jika karantina kita fasilitasi di BPWS,” tegasnya.

Tidak hanya itu, yang saat ini menjadi kewaspadaan juga adalah masuknya varian baru. Pasalnya jika ada tenaga migran yang terkonfirmasi positif dan CT nya di bawah 20 maka mereka harus menunggu sequencing.

Bahkan baru baru ini Pemprov Jatim menemukan bahwa ada sampel yang didapatkan CT nya 1,8 dan yang di bawah 20.

“Berdasarkan data dari ITD Unair, saat ini sudah ada 460 sampel dari tenaga migran yang dites sequencing. Dan dari jumlah itu 450 sampelnya terbukti adalah varian delta.

Oleh sebab itu pihaknya memesankan bahwa format karantina memang harus menjadi perhatian bahwa seluruhnya harus dijalankan dengan sangat penuh kehati-hatian.

“Di Jatim saat ini sudah ada yang level 1 tapi bahwa kami dapat penugasan untuk berikan pelayanan untuk pmi 26 prv, ini bukan pekerjaan sederhana, tapi kami berupaya yang terbaik, karena ini bagian upaya kita untuk mencegah penyebaran, bahwa tidak ada tenaga migran yang akan dipulangkan jika tidak negatif,” pungkas Khofifah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved