Breaking News:

Percepatan Vaksinasi di Jawa Timur Kini Mencapai 18 Juta Dosis, ini Penjelasan Gubernur Khofifah

vaksinasi menjadi upaya hulu disamping penegakan protokol kesehatan. Khofifah optimistis dengan mendorong vaksinasi dan penegakan prokes

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (14/9/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa percepatan vaksinasi di Jatim terus dilakukan.

Vaksinasi dari segala lini dan sinergi dilakukan guna mempercepat kekebalan komunitas warga masyarakat Jatim.

“Berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN per 13 September 2021, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 18.056.737 dosis. Terdiri dari capaian dosis pertama mencapai 11.679.097 orang dan dosis kedua mencapai 6.377.640 orang,” kata Khofifah, Selasa (14/9/2021). 

Menurut Khofifah, capaian ini sejalan dengan langkah Pemprov Jatim bersama Forkopimda Jatim dan seluruh pihak dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim. 

Baca juga: Gunakan Mobil Gerai Vaksin Presisi Keliling, Polres Sampang Gelar Vaksinasi di Lingkungan Ponpes

Pasalnya, untuk vaksinasi ini memang dibutuhkan adanya kerja sama yang kuat lintas sektor dan semua pihak, termasuk melibatkan pentahelix approach di dalamnya.

Sebab mewujudkan herd immunity memang menjadi tanggung jawab bersama.

“Kerjasama dengan lintas sektor TNI Polri swasta bahkan terus kita lakukan. Sepekan terakhir kami juga menggelar vaksinasi di titik wisata seperti di Batu,” tegasnya.

Menurut Khofifah vaksinasi menjadi upaya hulu disamping penegakan protokol kesehatan. Ia optimistis dengan mendorong vaksinasi dan penegakan prokes kondisi covid-19 di Jatim akan membaik.

Terlebih saat ini berdasarkan assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI, per 12 September 2021 yang dirilis pada 13 September 2021, 6 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk pada level 1.

Yaitu Kabupaten Lamongan, Jember, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

Sementara untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota yaitu  Kab. Tuban, Sumenep, Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Bojonegoro dan Bangkalan.

Assesment PPKM yang dilaksanakan pada 9 September dan 12 September 2021, untuk level 3 terjadi penurunan dari 16 menjadi 13 kabupaten/kota di Jatim.

Yaitu kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Lumajang, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, dan Blitar. 

“Alhamdulillah terus terjadi penambahan kabupaten/kota di Jatim yang masuk pada level 1. Terima kasih atas sinergi, kerja keras, dan kekompakan dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim,” pungkas Khofifah.

(Fz/fatimatuz zahroh)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved