Breaking News:

Polisi Akhirnya Lepas Mahasiswa yang Bentangkan Poster saat Jokowi Melintas, Presiden BEM Merespon

Polisi juga mengungkapkan alasan mahasiswa itu sempat diamankan. Menanggapi alasan tersebut, Presiden BEM UNS Solo merespon.

Editor: Aqwamit Torik
Kompas.com dan BEM UNS Solo
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (Kiri) dan mahasiswa yang bentangkan poster saat Jokowi melintas (kanan) 

Sementara itu, menurut Presiden BEM UNS Solo Zakky Mushtofa, tindakan aparat kepolisian menangkap 10 mahasiswa saat kunjungan Presiden Jokowi adalah berlebihan.

"Ibarat pasal apa, dasar apa yang membenarkan mereka menangkap kami. Prokes kami terjaga tidak dalam satu tempat itupun dengan sedikit orang satu orang, satu orang," kata dia.

Namun dirinya bersyukur jika rekan-rekannya akhirnya dilepaskan.

Zakky pun meminta aparat memberikan ruang untuk mahasiswa berpendapat dan menyalurkan aspirasi.

"Ke depan mungkin bisa lebih baik. Aparat memberikan kita ruang untuk berpendapat," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan mahasiswa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat itu, para mahasiswa membentangkan poster di beberapa akses masuk menuju Kampus UNS ketika Presiden Jokowi menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Poster yang mereka bentangkan itu di antaranya bertuliskan "Pak Jokowi tolong benahi KPK" dan "Pak Jokowi tolong tuntaskan pelanggaran HAM".

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Khairina)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved