Breaking News:

Berita Malang

Bea Cukai Malang Gelar Operasi Gabungan Pemberantasan Peredaran Rokok Ilegal, Begini Hasilnya

Petugas menyasar ke lokasi-lokasi yang diduga memiliki dan menjual rokok tanpa pita cukai atau rokok ilegal.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Tim Bea Cukai Malang saat melakukan pengecekan di salah satu toko kelontong yang ada di Jalan KH Malik, Kota Malang, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang melakukan operasi gabungan bersama dengan Satpol PP Kota Malang, Diskopindag Kota Malang, Polresta Malang Kota, dan Kodim 0833 Kota Malang, Rabu (15/9/2021).

Dalam operasi tersebut, petugas menyasar ke lokasi-lokasi yang diduga memiliki dan menjual rokok tanpa pita cukai atau rokok ilegal.

Titik pertama operasi menyasar ke toko-toko kelontong yang ada di sekitar Pasar Kebalen.

Setelah itu, petugas gabungan bergerak ke toko-toko kelontong yang ada di Jalan KH Malik.

Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama KPPBC TMC Malang, Krisno Budi Bagus Sasmito mengatakan, pihaknya tidak menemukan sama sekali rokok ilegal dalam operasi tersebut.

Baca juga: Tim Peneliti PKE UB: Kenaikan Tarif Cukai dan Harga Rokok Dapat Menyuburkan Peredaran Rokok Ilegal

"Dalam operasi gabungan ini, kami tidak menemukan rokok ilegal," kata dia kepada TribunJatim.com ( gryp TribunMadura.com ), Rabu (15/9/2021).

"Selain melakukan operasi, kami juga melakukan sosialisasi tentang rokok ilegal kepada para pemilik toko," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, selain melakukan sosialisasi dan pengecekan di toko-toko kelontong, pihaknya juga melakukan pengecekan di dua pabrik rokok yang ada di Jalan K.H Malik.

"Kami juga mendatangi dua pabrik rokok, untuk mengecek perizinannya. Dan semuanya telah terdaftar baik di Diskopindag dan Bea Cukai Malang, sehingga tidak ada yang melanggar," tanbahnya.

Krisno mengungkapkan, bahwa peredaran rokok ilegal di Kota Malang terbilang minim. Berdasarkan hasil pemetaan titik rawan peredaran rokok ilegal, biasa terjadi di wilayah pinggiran.

"Namun setelah kami lakukan pengecekan langsung, hasilnya nihil. Ini berarti menjadi bukti, bahwa masyarakat sadar dan paham tentang rokok ilegal. Dan sebenarnya para pemilik toko yang kami datangi, mengaku pernah ditawari untuk menjual rokok ilegal, tetapi mereka menolaknya," terangnya.

Krisno juga menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi gabungan pemberantasan rokok ilegal.

"Apabila ditemukan adanya pemilik toko yang menjual dan mengedarkan rokok ilegal, maka kami lakukan tindakan tegas. Kami akan membawa dan menyita rokok ilegal tersebut," tandasnya.a

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved