Breaking News:

Berita Lumajang

Gunung Semeru Luncurkan Gugurkan Lava 4 Kali dalam 24 Jam, BPBD Lumajang Imbau Warga Sekitar

Dari data pengamatan visual PVMBG, Gunung Semeru meluncurkan 4 kali guguran lava selama 24 jam.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok Pos Pantau Gunung Semeru
Visual Gunung Semeru saat mengeluarkan guguran lava, Rabu (15/9/2021) dini hari. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Dalam 24 jam terakhir, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Gunung Semeru dilaporkan kembali menyumburkan lava.

Kali ini, Gunung Semeru menyumburkan lava sejauh 900 meter.

Dari data pengamatan visual Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan 4 kali guguran lava selama 24 jam.

Sementara dari hasil seismograf, Gunung Semeru mengalami letusan sebanyak 63 kali dengan amplitudo 11 hingga 22 milimeter dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, Gunung Semeru juga mengalami 2 kali guguran, 13 kali hembusan, dan 2 kali getaran gempa jenis tektonik jauh.

Kepala BPBD Lumajang, Indra Wibowo Leksana membenarkan, semalam aktivitas Gunung Semeru mengalami peningkatan

Kendati demikian, dia memastikan status Semeru masih tetap Waspada level II.

"Terkait Gunung Semeru dengan ketinggian 3676 mdpl memang semalam itu sering keluar lava, tapi belum membahayakan masyarakat sekitar. Sebab luncuran hanya berkisar 500 – 900 meter," katanya.

Indra memastikan, Gunung Semeru masih berstatus tetap waspada level II.

Ia meminta masyarakat untuk selalu waspada membaca karakteristik Gunung Semeru.

Warga diimbau tidak beraktivitas dalam beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan.

Sebab tempat tersebut merupakan jalur aliran lava.

"Tolong masyarakat waspadai potensi luncuran di sepanjang lembah dan jalur awan panas Besuk Kobokan," kata dia.

"Apalagi ketika musim pancaroba begini kawasan puncak sering diguyur hujan ini tentu menjadi ancaman aliran material lahar turun ke sungai karena di lereng banyak sedimentasi bekas guguran lava," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved