Breaking News:

Berita Malang

Simak Bocoran Aturan Ganjil Genap di Kota Malang, Ada Jam Khusus hingga Penerapan saat Akhir Pekan

Polresta Malang Kota berencana menerapkan aturan ganjil genap di Kota Malang untuk menekan kemacetan.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Tribunmadura/Hayu Yudha Prabowo
Kemacetan di Jalan Ahmad Yani Utara, Kota Malang, Sabtu (25/5/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto memberikan perkembangan mengenai wacana penerapan aturan ganjil genap di Kota Malang.

Terbaru, Satlantas Polresta Malang Kota berkirim surat kepada Wali Kota Malang, Sutiaji terkait titik-titik jalan yang akan dijadikan sebagai lokasi penerapan ganjil genap.

"Kami kemarin sudah menyurati dari Kasat Lantas kepada Wali Kota Malang. Mungkin (penerapan ganjil genap) diberlakukan antara jam 08.00 WIB sampai dengan jam 10.00 WIB dan sore antara pukul 16.00 WIB sampai dengan jam 20.00 WIB," kata Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat ditemui TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Rabu (15/9/2021).

"Terus, mungkin hanya diberlakukan hari Senin sampai Jumat dan untuk hari Sabtu Minggu ditiadakan," ujarnya.

Baca juga: Aturan Ganjil Genap di Madura Belum Bisa Diterapkan, Satlantas Polres Sumenep Beri Penjelasan

Dirinya menjelaskan, bahwa tidak semua kendaraan akan diberlakukan penerapan ganjil genap. Ada beberapa kendaraan khusus, yang diperbolehkan untuk melintas di area ganjil genap.

"Ada pengecualian untuk ambulans, ojek online, kendaraan pembawa sembako. Jadi, tidak semua (kendaraan) dan ada aturan aturan tertentu," jelasnya.

Pria yang akrab disapa BuHer ini juga menuturkan, ada sekitar enam titik jalam yang diwacanakan untuk diberlakukan penerapan ganjil genap.

"Kalau tidak salah, ada empat sampai dengan enam titik jalan yang akan diberlakukan (penerapan ganjil genap)," tambahnya.

Namun BuHer mengungkapkan, wacana penerapan ganjil genap tidak langsung semata-mata dilakukan. Perlu adanya koordinasi dari berbagai pihak terkait hal tersebut.

"Kami perlu berkomunikasi dengan Dishub, Forum Komunikasi Lalu Lintas. Dan kami pun juga berkoordinasi dengan Polda Jatim, untuk meminta izin. Lalu ada beberapa tahapan-tahapan, seperti sosialisasi dan imbauan, ada prosesnya itu dan masih berjalan," bebernya.

BuHer mengaku, penerapan ganjil genap di Kota Malang sangat perlu dilakukan. Pasalnya, Kota Malang memiliki tingkat kepadatan masyarakat dan mobilitas sangat tinggi.

"Kota Malang ini sudah termasuk seperti kota besar Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Tingkat kepadatan masyarakat serta mobilitas masyarakat sangat tinggi, dan kita harus mengatur itu. Jadi, kami mencari terobosan-terobosan penyelesaian Covid dan pemulihan ekonomi seiring sejalan," tutur dia.

"Dan apa yang kami lakukan ini, merupakan wujud peduli dalam menyelesaikan Covid, bukan untuk mempersulit masyarakat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved