Breaking News:

Berita Surabaya

Lahan Milik Warga Gunung Anyar Masih Dijaga Preman, Warga Langsung Pasang Baliho

Polisi juga turun gunung dan menangkap satu tersangka bernama Roni Freds warga Rungkut Lor Surabaya yang terbukti menganiaya warga juga polisi

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Warga Gunung Anyar yang tergabung dalam Paguyuban Restabun Karya memasang banner pemberitahuan terkiat status kepemilikan lahan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kasus sengketa lahan di Gunung Anyar dengan nomor petok D 1159 masih terus bergulir.

Bahkan, lahan yang sudah ditetapkan milik paguyuban warga oleh Mahkamah Agung itu selalu dijaga oleh preman.

Polisi juga turun gunung dan menangkap satu tersangka bernama Roni Freds (43) warga Rungkut Lor Surabaya yang terbukti menganiaya warga juga polisi saat terjadi keributan di lahan tersebut, Sabtu (4/9/2021) sore lalu.

Tak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan Den Pom lantaran salah satu dari kelompok preman itu merupakan oknum anggota TNI dari Kodim Surabaya Utara bernama Fauzi.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sidang di Pengadilan Militer III-12. 

Kendati masih ada beberapa pelaku pengeroyokan yang buron, pemilik tanah yang bergabung dalam Paguyuban Restabun Karya belum juga bisa menguasai lahan.

Baca juga: Penjambret Ponsel Bocil di Surabaya, Ibunda Korban : Takutnya Anakku yang Dibawa

Karenanya, Sabtu (18/9/2021), belasan pemilik kapling memasang banner berisi pengumuman kepemilikan tanah tersebut sekaligus mengingatkan pihak lain.

“Padahal berdasar putusan Mahkamah Agung NO. 1320 K/PiD/2019 sudah menjelaskan kamilah pemilik yang sah. Tapi sampai saat ini selalu saja ada pihak yang hendak menguasai atau menghalang-halangi kami dengan cara premanisme,” terang Tanto Wibisono, ketua paguyuban Restabun Karya.

Dijelaskan Tanto, keterilibatan Fauzi yang merupakan oknum TNI ini cukup meresahkan warga.

Fauzi bahkan sudah ditetapkan sebagai terdakwa di pengadilan militer dengan dakwaan pengerusakan, pengerobotan tanah, dan pemalsuan keterangan dalam data otentik. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved