Breaking News:

Berita Surabaya

Penjambret Ponsel Bocil di Surabaya, Ibunda Korban : Takutnya Anakku yang Dibawa

Wanita yang sehari-hari berjualan olahan makanan dan sayuran itu, berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku penjambretan dialami anaknya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Tangkapan layar tayangan video wawancara live facebook TribunJatim.com bersama Yanti (50) ibu LA, korban jambret ponsel di Jalan Karah V Gang 1, Karah, Jambangan, Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Yanti (50) ibunda AL (9) bocah yang menjadi korban penjambretan ponsel di Jalan Karah, Gang 1, Karah, Jambangan, Surabaya berharap, pihak aparat meningkatkan pengamanan di kawasan permukimannya.

Ibu empat anak itu, mengatakan, sejatinya permukiman di Gang V, kawasan rumahnya, terbilang aman.

Pihak pengurus RT, telah menyediakan sistem keamanan dari segala aspek. Mulai dari pagar akses di kedua pintu masuk, kemudian kamera CCTV.

Termasuk gundukan (speed bumb) atau lazim disebut Polisi Tidur, guna mencegah potensi pengendara yang kebut-kebutan tatkala melintas di sepanjang jalan gang.

"Itu kejadian di gang 1, saya gang 5, bukan di RT saya. Saya enggak tahu, eh ternyata ada CCTV," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di kediamannya.

Baca juga: Viral Video Ponsel Bocil Dijambret, Ternyata Ponsel Pinjaman, Ibu Korban Tetap Ganti Rugi

Wanita yang sehari-hari berjualan olahan makanan dan sayuran itu, berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku penjambretan yang sempat menargetkan anaknya sebagai korban, dan meresahkan warga permukimannya.

Untung saja, insiden pada Rabu (15/9/2021) sore itu, hanya menggasak ponsel yang sedang dipegang anaknya. Dan tidak sampai melukai anaknya.

Ia mengaku khawatir, jikalau tak segera ditindak aksi penjambretan tersebut. Insiden kriminalitas yang lebih ekstrem seperti penculikan, tak menutup kemungkinan bakal terjadi.

"Harapannya pelaku bisa ketangkap, semoga enggak terjadi lagi. Takutnya anakku yang dibawa, itu yang aku takutkan. Kalau hp bisa ditukar, kalau anak, bagaimana," pungkas wanita berambut panjang yang diikat kebelakang itu.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jambangan Polrestabes Surabaya Iptu Hadi Ismanto membenarkan adanya laporan insiden tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved