Breaking News:

Berita Sampang

Masalah Harta Berujung Petaka, Warga Madura ini Gelap Mata Bacok Paman Sepulang dari Pondok

Warga Madura ini dibacok keponakannya sendiri setelah menjenguk anaknya yang mondok.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Tersangka pembacokan Asrif (38) saat diinterogasi oleh anggota Satreskrim Polres Sampang, Senin (20/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Polisi meringkus pelaku pembacokan terhadap Mashadi (55), warga Desa Kembang Jeruk, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura

Dalam kasus itu, polisi menangkap Asrif (38), warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, sebagai pelaku pembacokan korban.

Pelaku bukan sosok asing bagi korban. Sebab, Asrif merupakan keponakan Mashadi sendiri.

Akibat perbuatannya, Arif ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak kepolisian mengamankannya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sajam jenis parang yang digunakan untuk melukai korban.

Baca juga: Pulang Jenguk Anak yang Mondok, Warga Madura Dihadang saat Perjalanan, Diserang Pakai Parang

"Saat diamankan, kondisi parang terdapat bercak darah dan lengkap dengan pengamannya yang terbuat dari kulit warna coklat," kata Kasubag Humas Polres Sampang, Iptu Sunarno.

Ia menambahkan, kasus penganiayaan korban didasari oleh masalah kepemilikan tanah.

Kasus itu memuncak hingga timbul insiden tersebut yang mengakibatkan korban mengalami sejumlah luka bacok di bagian kepala.

Adapun kronologinya, pada saat itu korban berboncengan dengan istrinya menggunakan sepeda motor dan setibanya di TKP terdapat pelaku yang tiba-tiba menghadang.

"Korban langsung dibacok menggunakan parang hingga mengenai kepala bagian belakang korban," terangnya.

Akibat dari perbuatannya, tersangka di sangkakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

"Saat ini tersangka berada di Mapolres Sampang," tutup Iptu Sunarno.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved