Breaking News:

Berita Surabaya

Industri Meubelair Lapas I Surabaya 30 Tahun Konsisten Bekali Skill Warga Binaan dan Sumbang PNPB

Sudah 30 tahun lamanya, sejak 1992 diresmikan, Industri Meubelair di Lapas I Surabaya masih eksis dan konsisten dalam membina warga lapas

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Tim Kerjasama Dalam Negeri yang dipimpin Ruby Friendly, didampingi Kasubag Humas Ishadi MP, Kalapas I Surabaya Gun Gun Gunawan, dan Direktur PT Bahari Mitra Surya (BMS) D Aruan, saat melakukan monitoring dan evaluasi kerjasama di Lapas I Surabaya, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sudah 30 tahun lamanya, sejak 1992 diresmikan, Industri Meubelair di Lapas I Surabaya masih eksis dan konsisten dalam membina warga lapas, hingga sekarang.

Tak cuma berfungsi membekali warga binaan sejumlah keterampilan kerja positif yang mampu memandu kehidupan mereka pascabebas dan kembali ditengah masyarakat. 

Namun, industri tersebut juga menyumbang pundi-pundi keuntungan hingga ratusan juta rupiah bagi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Direktur PT Bahari Mitra Surya (BMS) D Aruan mengingat bagaimana awal mulanya diresmikan industri tersebut pada 1992 silam, sejak Lapas I Surabaya masih menempati penjara bersejarah di Kalisosok. 

Sejak awal dibangun dan diresmikannya industri meubelair tersebut, adalah untuk mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

"Kalau dulu masih garap pengolahan rotan, namun karena permintaan pasar yang besar terkait perkayuan, akhirnya kami menyesuaikan," katanya, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Mucul Asap, Warga Binaan Lapas Surabaya Berhamburan Keluar Blok

Pria asli kelahiran Surabaya itu juga menjelaskan, proses produksi di dalam pabrik tersebut, disesuaikan dengan metode kerja yang ada di pabrik pada umumnya.

Ia menjamin, produk hasil karya warga binaan sudah berstandar internasional. Apalagi pangsa pasar penjualannya sudah sampai ke Australia, Jepang, Korea dan beberapa negara di benua eropa.

Mengingat prinsip pemberdayaan para warga binaan menjadi satu diantara inti terpenting adanya aktivitas produksi tersebut.

Ada juga beberapa negara yang terbilang rigit dan teliti menilai hasil produksi industri tersebut, telah menunaikan kewajiban dan memenuhi hak warga binaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved