Breaking News:

Berita Bangkalan

Motor Honda Scoopy Digondol Pencuri, Korban Membuntuti Berujung Polisi, Begini Pengakuan Pelaku

Peristiwa pencurian itu berawal ketika pelaku AR dan SL melihat motor Scoopy diparkir di halaman depan rumah korban.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Pelaku pencurian sepeda motor, JD dan AR berjalan pincang saat digelandang ke Mapolres Bangkalan, Minggu (18/9/2021) setelah upaya mereka kabur dari sergapan polisi dibayar dengan timah panas 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Personel gabungan Unit Reskrim Polsek Kokop dan Sat Reskrim Polres Bangkalan tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap tiga pelaku pencurian satu unit sepeda motor Honda Scoopy.

Di hadapan penyidik, mereka mengaku telah beraksi di tujuh tempat kejadian perkara (TKP) di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.

Ketiga pelaku yakni, AR (25), warga Dususn Bal-bal, Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, SL (18), warga Dusun Gua, Desa Karongan, Kecamatan Kokop, dan JD (22), warga Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop.

“Hasil pemeriksaan dan penyidikan, mereka mengaku telah melakukan aksi serupa di tujuh TKP di Kecamatan Kokop. Saat ini tengah dikembangkan anggota Sat Reskrim,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino, Rabu (21/9/2021).

Baca juga: Pembangunan Ekonomi Madura Tersendat, Terjadi Tarik Ulur Pembangunan Jalan Selatan Bangkalan-Sampang

Kasus pencurian sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih dengan nopol M 2611 GT terjadi pada Minggu (18/9/2021) sekitar pukul 03.30 WIB di rumah korban, AF (18), warga Dusun Lajaran, Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop.

Alith menjelaskan, peristiwa pencurian itu berawal ketika pelaku AR dan SL melihat motor Scoopy diparkir di halaman depan rumah korban.

Sebelum beraksi, keduanya sempat menelpon pelaku JD untuk memberitahukan keberadaan motor korban.

“Ambil saja kalau memang mau diambil, setelah itu motornya bawa ke rumah saya,” jelas Alith menirukan penuturan salah seorang pelaku.  

Aksi AR dan SL ternyata diketahui korban.

Bukannya berteriak maling, korban AF malah membuntuti kedua pelaku.

Dengan harapan, korban bisa mengetahui ke mana motornya dibawa kabur atau kepada siapa motornya diserahkan.

Alith menuturkan, korban AF mendatangi Mapolsek Kokop sekitar pukul 05.00 WIB untuk melaporkan peristiwa pencurian tersebut.

Penggerebekan dilakukan pada pukul 06.00 WIB setelah anggota Unit Reskrim Polsek Kokop berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Bangkalan.

Ketiga pelaku tidak berkutik namun polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku JD dan AR karena kurang kooperatif dan cenderung berupaya melarikan diri.

“Kami mendapatkan motor korban, kunci, dan STNK yang diletakkan dalam jok untuk dijadikan barang bukti atas kasus pencurian dengan pemberatan tersebut,” pungkas Alith. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved