Breaking News:

Berita Sampang

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Mendominasi di Kabupaten Sampang Selama 2021, Simak Rinciannya

Total ada 29 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sampang. Sedangkan sisanya kasus kekerasan terhadap perempuan

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
Shutterstock.com
Ilustrasi kasus kekerasan terhadap anak 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Total 31 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi di Sampang, Madura terhitung mulai dari Januari 2021.

Kekerasan terhadap anak mendominasi kasus tersebut.

Total ada 29 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sampang.

Sedangkan sisanya kasus kekerasan perempuan yang hanya dua kasus.

Kabid Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial dan PPPA Sampang, Masruhah mengatakan, bahwa terdapat beberapa jenis kekerasan yang dialami anak di wilayah kerjanya.

Baca juga: Buntut Dugaan Kasus Kekerasan, Polres Sampang Panggil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Camplong Atas

Diantaranya, persetubuhan, pencabulan, penganiayaan, pencurian, narkoba, dan lainnya.

“Tapi mayoritas jenis kekerasan yang dialami adalah persetubuhan ada 8 kasus dan pencurian 7 kasus dari total 29 kasus,” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis kekerasan terhadap perempuan hingga detik ini adalah penganiayaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), masing-masing satu kasus.

Selama ini upaya penyembuhan terhadap korban kekerasan tersebut sudah dilakukan dengan memberikan bimbingan konseling .

Menurutnya, proses penyebuhan ada beberapa tahap seperti, pengecekan kesehatan yang harus dilakukan pertama kali, kemudian baru masuk ke bimbingan.

“Untuk estimasi waktu penyembuhan tergantung dari tingkat keparahan yang dialami korban, yang jelas kami pasti memberikan layanan terbaik guna yang bersangkutan tidak memiliki trauma tinggi,” terang Masruhah.

Ia mengungkapkan, upaya penyembuhan tidak mudah dilakukan seperti yang di bayangkan.

Terkadang keluarga korban enggan mengizikan, padahal ini demi kesehatan korban.

“Jika tanpa izin keluarga kami tidak berani memberikan pelayanan penyembuhan karena kondisi petugas juga diperhitungkan,” pungkasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved