Berita Bangkalan

Petani Selalu Menjerit Ketika Masa Panen, Harga Gabah Selalu Anjlok Masih Belum Terselesaikan

hingga saat ini tidak ada satu pihak yang bersedia menampung hasil produksi petani di Kabupaten Bangkalan dengan tujuan sekadar menjaga harga gabah

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Petani Desa Bilaporah Kecamatan Socah tengah melakukan penyemaian. Setiap tetesan keringat mereka menyokong perekonomian untuk menjaga kedaulatan pangan. Namun jerih payah petani hingga kini seolah masih membentur tembok bertuliskan, ‘Harga gabah anjlok ketika musim panen serta kebijakan pemerintah terkait impor beras’ 

Kali ini, tema yang diusung Serikat Petani Indonesia (SPI) HTN 2021 adalah ‘Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria untuk Menegakkan Kedaulatan Pangan dan Memajukan Kesejahteraan Petani dan Rakyat Indonesia’.

“Saya mengajak generasi bangsa terutama kaum pemuda khususnya, turut melestarikan profesi petani. Karena petani mempunyai peranan penting dalam menjaga identitas Indonesia sebagai negara agraris dengan sumber daya alam melimpah. Kata Bung Karno, petani adalah penyangga tatanan Negara Indonesia,” pungkasnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Ir Puguh Santoso.

Menurutnya, sosok petani hingga saat ini turut menjaga ketersediaan pangan untuk masyarakat di Kabupaten Bangkalan.

“Pintu dinas pertanian terbuka seluas-luasnya untuk para petani. Silahkan semua permasalahan atau yang tidak jelas di lapangan dikoordinasikan dan disinergitaskan. Selamat berjuang saudaraku sahabat petani, merekalah pejuang pangan dalam menjaga integritas suatu daerah bahkan suatu negara,” ungkapnya.

Pernyataan Puguh tidak lepas dari jerih payah petani yang terus menjaga produksi pertanian seperti padi dan jagung.

Terhitung mulai Juni, komoditas padi untuk kebutuhan pangan masyarakat Bangkalan masih terjaga hingga 10 bulan ke depan.

Sedangkan ketercukupan jagung kebutuhan pangan tersedia selama 3,5 bulan.

Sebagai wujud penghargaan kepada petani, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan tahun lalu telah menelurkan inovasi dengan konsep Bangun Bangkalan Sejahterakan Petani (Bang Jani).

Terdapat tujuh inovasi Bang Jani meliputi Laptop Bang Jani yang selalu meng-upgrade data pertanian mulai data kelompok tani, luas lahan, hingga infrastruktur akan tersimpan dan dikembangkan.

Selanjutnya Warung Bang Jani yang disiapkan sebagai etalase untuk mewadahi semua produk pertanian yang disajikan kepada masyarakat secara online maupun manual. Warung Bang Jani akan akan didukung dengan Teras (Terampil Bersama Petani) Bang Jani untuk meningkatkan keterampilan dan menyelaraskan para petugas dan petani.

Ditambah Kebun Bang Jani untuk sentra kebutuhan bibit pertanian, agrowisata edukasi, zona wisata petik buah, petik sayur yang ada di Desa Langkap, Kecamatan Burneh.

“Terakhir kami sediakan Teman Bang Jani untuk merangkul pemuda, harus ada gerakan pemuda pecinta pertanian. Karena kami menyadari jika sektor pertanian tidak dimodifikasi, makan akan didominasi para generasi tua yang sudah tidak mampu bekerja di sawah karena factor usia,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved