Breaking News:

Berita Bangkalan

Pemkab Bangkalan Rapatkan Barisan, Lintas OPD Satukan Tekad Tangani Kemiskinan Ekstrem 25 Desa

Pemerintah pusat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem telah memilih 5 kabupaten di setiap provinsi yang dijadikan pilot project

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan, Drs Mohni, MM memimpin rapat Usulan Lokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Diponegoro, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan, Drs Mohni, MM memimpin rapat Usulan Lokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Diponegoro, Senin (27/9/2021). Ditetapkan sebanyak 25 desa di 5 kecamatan sebagai sasaran program Presiden Joko Widodo dengan target Indonesia nol kemiskinan ekstrem pada 2024.

Dimulai tahun ini, Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu dari lima daerah di Jawa Timur yang menjadi pilot project program Percepatan Pengentasan Kemiskinan bersama Sumenep, Lamongan, Probolinggo, dan Bojonegoro.

Wabup Mohni mengungkapkan, pemerintah pusat dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem telah memilih 5 kabupaten di setiap provinsi yang dijadikan pilot project.

“Kami telah menetapkan 25 desa di lima kecamatan,” ungkap Mohni kepada Surya ( TribunMadura.com network ).

25 desa itu meliputi Desa Durjan, Bandang Laok, Tlokoh, Mandung, dan Katol Timur (Kecamatan Kokop), Desa Genteng, Durin Timur, Durin Barat, Batokaban, dan Galis Dajah (Kecamatan Konang).

Baca juga: Gelar Pahlawan untuk Ulama Besar Madura Syekh Kholil Bangkalan Turut Diperjuangkan PKS

Dilanjutkan Desa Lerpak, Togubang, Katol Barat, Banyoning Laok, dan Geger (Kecamatan Geger), Desa Serabi Timur, Kolla, Alas Kokon, Pakong, dan Patenteng (Kecamatan Modung), Desa Alas Raja, Lombang Dajah, Bates, Karang Nangka, dan Rosep (Kecamatan Blega).

“Saya telah meminta masing-masing OPD menyiapkan data pendukung dari 25 desa itu yang akan disampaikan Bapak Bupati di hadapan Wakil Presiden di Gedung Grahadi, 30 September mendatang,” jelasnya.

Beberapa kepala OPD yang hadir di antaranya Kepala Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ishak Sudibyo, Kepala Perindustrian dan Peradagangan, Roosly Hariyono, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Rudianto, Kepala Dinas Pendidikan, Bambang Budi Mustikan, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda), Yuniati Farida, hingga Kepala Dinas Sosial, Wibagio Suharta.

Mohni menjelaskan, program Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem ini dilakukan melalui intervensi program-program pemberdayaan lintas sektoral yang menjadikan desa berkembang hingga ditingkatkan menjadi desa mandiri.

“Memaksimalkan potensi lokal seperti kerajinan anyaman di Desa Timur, ada juga daur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis di Kecamatan Modung. Kami berharap setiap tahun angka kemiskinan ekstrem di desa terus menurun, menjadi desa berkembang, hingga pada akhirnya ditingkatkan lagi menjadi desa mandiri,” pungkas Mohni.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved