Berita Pamekasan

Berstatus Pasien Covid-19, Wanita Pamekasan ini Lahirkan Bayi saat Karantina, Ibu dan Anaknya Sehat

Ibu asal Pamekasan ini melahirkan anak keduanya dengan status sebagai pasien Covid-19 di RS Lapangan Indrapura Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
SU (37) warga Pamekasan yang melahirkan bayi di RSLI Surabaya, Jumat (24/9/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang warga Kabupaten Pamekasan, Madura, berinisial SU (37) melahirkan bayinya di RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Selasa (22/9/2021) malam. 

Kasus ini terbilang spesial lantaran SU melahirkan bayi laki-lakinya dengan status pasien Covid-19 yang tengah dirawat di RS Lapangan Indrapura.

Anak kedua SU lahir saat ia sedang menderita Covid-19 sepulang dari Malaysia.

Setelah menjalani perawatan, SU dan bayinya dalam kondsi sehat dan membaik.

Kini, SU dan bayinya sudah diperbolehkan pulang karena hasil swab keduanya negatif Covid-19.

Baca juga: Inilah Gejala Covid-19 dari Hari Pertama hingga Hari ke-17, Waspada Jika Alami Diare sampai Demam

Relawan PPKPC RSLI Surabaya, Sita Pramesthi menyatakan, ini menjadi hari yang bersejarah dan berkesan bagi RSLI Surabaya karena bisa memulangkan ibu dan bayi yang lahir di RSLI dengan sehat dan selamat.

Menurutnya, sesuai arahan dari Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi, MARS, ibu dan anak tersebut mendapatkan perhatian dan penanganan serius selama dirawat di RSLI.

Selama dirawat, keduanya dipastikan tidak mengalami kendala yang berarti, karena hal ini menjadi indikator keseriusan dan kesungguhan rumah sakit memberikan layanan paripurna pada pasiennya.

”Kami memastikan proses pemulangan berjalan lancar, dan kami pun akan terus memantau setidaknya selama masa isolasi tambahan di rumahnya," kata dia,  Jumat (24/9/2021)

"Kami juga telah menghubungi pihak Dinkes Pamekasan untuk turut memonitoring kondisi ibu dan bayi sehingga dipastikan tetap sehat dan terurus dengan baik," jelas Sita.

Radian Jadid, Ketua Pelaksana PPKPC RSLI menjelaskan, SU dan bayinya menjadi bagian dari 37 orang yang wisuda pada periode wisuda yang ke 452.

Dengan demikian jumlah pasien sembuh yang telah ditangani oleh RSLI menjadi 9986 orang.

Hingga Jumat (24/9/2021), RSLI telah menangani setidaknya 10.562 pasien dengan kondisi tanpa gejala, gejala ringan, sedang dan berat.

Walaupun dipersiapkan sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien OTG dan ringan, namun pada saat puncak serangan covid-19 gelombang pertama Desember 2021 dan gelombang kedua Juni sampai Juli 2021.

"RSLI juga membantu menangani setidaknya 222 pasien covid-19 dengan gejala sedang dan 80 orang dengan gejala berat," katanya.

"Untuk saat ini pasien yang masih dirawat di RSLI tinggal 89 orang,41 laki-laki dan 48 perempuan, terdiri dari 125 pasien PMI dan 1 orang pasien umum atau mandiri," ucapnya.

"Semoga jumlah pasien semakin turun sehingga Oktober para nakes dan relawan bisa sedikit rehat dan relaksasi. Namun perlu diwaspadai saat puncak musim hujan dibulan Desember, karena suasana yang cukup dingin memungkinkan virus lebih aktif dan beregenerasi," tutur dia.

"Untuk itu diharapkan masyarakat harus tetap waspada dan tidak kendor dalam menjalankan protokol kesehatan," tuntasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved