Breaking News:

Berita Bangkalan

Sidaya Sehati Jadi Aplikasi yang Memvalidkan Kategori Indikator Masyarakat Miskin, ini Tujuannya

Kabupaten Bangkalan salah satu daerah di Jawa Timur ditetapkan sebagai pilot project bersama Kabupaten Sumenep, Lamonga, Probolinggo dan Bojonegoro

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta ketika memantau penurunan paket beras di gudang dinas sosial setempat, Rabu (4/8/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Di saat konsentrasi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangkalan dalam Penagananan Kemiskinan Ekstrem, Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan tengah mematangkan Sistem Data dan Layanan Sejahtera bersama Bupati (Sidaya Sehati).

Sebuah program yang diibaratkan sebagai pisir senapan untuk membidik target sasaran, yakni masyarakat miskin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta mengungkapkan, program Sidaya Sehati merupakan aplikasi yang sengaja dibuat untuk memvalidkan data masyarakat miskin di lapangan berdasarkan kategori sangat miskin, miskin, dan rentan.

“Insya Allah bulan depan (Oktober), Sidaya Sehati akan kami launching. Apabila masyarakat yang diajukan tidak sesuai berdasarkan kategori, tidak bisa ter-input dalam system,” ungkap Wibagio kepada Surya, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Pemkab Pamekasan Berikan Bantuan Pembuatan Kamar Mandi dan WC Sehat Bagi 10 Warga Miskin di Kadur

Ia menjelaskan, selama ini penyusunan kriteria masyarakat miskin yang terangkum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) didasarkan atas Keputusan Menteri Sosial Nomor 146 HUK Tahun 2013 dan Surat Kementerian Sosial tertanggal 16 Maret 2021.

Dua payung hukum itulah, lanjutnya, menjadi acuan untuk indikator kemiskinan.

DTKS diperoleh dari operator desa yang dimasukkan ke aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SKIS-NG ).

“Dengan Sidaya Sehati, kami bisa melakukan pendataan sendiri untuk memudahkan input data. Apakah masyarakat yang dimasukkan sesuai kategori?. Kami tinggal melihat nanti, tinggal klik. Apabila tidak sesuai berdasarkan kategori, tidak kami ACC. Ini sangat bagus karena tidak akan lagi ada politik desa,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menargetkan nol warga miskin di tahun 2024 melalui program Penanganan Kemiskinan Ekstrem.

Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu dari daerah di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai pilot project bersama Kabupaten Sumenep, Lamonga, Probolinggo, dan Bojonegoro.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved