Breaking News:

Berita Surabaya

Dikira Sesama Pengendara, Komplotan Jambret Gasak Tas Milik Pasutri di Jalan Tidar Surabaya

Sebuah tas yang sedang dibawa Titik Mariati digasak oleh pelaku, padahal di dalam tas tersebut, berisi beberapa benda berharga dan dokumen penting

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Tribunnews Bogor
Ilustrasi jambret 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pasangan suami istri (pasutri) Widodo (41) dan Titik Mariati (30) tak menyangka bakal jadi korban penjambretan saat berboncengan motor, di Jalan Tidar, Sawahan, Surabaya, Rabu (29/9/2021) malam.

Sebuah tas yang sedang dibawa oleh Titik Mariati digasak oleh pelaku. Padahal di dalam tas tersebut, berisi beberapa benda berharga dan dokumen penting.

Di antaranya, satu ponsel merek Samsung C2, uang tunai Rp50 Ribu. Kemudian, KTP, kartu BPJS, dan kartu vaksin.

Suami korban Widodo menerangkan, insiden memilukan itu bermula saat ia membonceng istri dan seorang anaknya berusia tujuh tahun, dari sebuah gerai ponsel di kawasan Jalan Pacuan Kuda, Sawahan, Surabaya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, saat hendak kembali ke rumah, dan melintas di kawasan jalan tersebut mendadak motor Honda Supra yang dikendarainya didekati atau dipepet oleh pengendara motor lain.

Pengendara yang dimaksud berjumlah dua orang berboncengan. Mereka mengendarai motor Honda Beat. 

Baca juga: Sedang Berduka, Warga Surabaya ini Jadi Korban Pencurian Motor, Pelaku Diduga Berjumlah 2 Orang

Widodo mengira, pengendara itu laiknya pengendara pada umumnya yang berniat bermanuver mendahului kendaraannya.

Namun, saat satu orang yang duduk di bagian belakang bertindak sebagai eksekutor penjambretan mengambil tas milik istrinya dengan cara menarik paksa, hingga tali pada tas tersebut putus. 

Widodo baru menyadari jikalau pengendara tersebut merupakan komplotan jambret. Dan secara sigap, ia langsung menggeber motornya bermaksud mengejar motor para pelaku.

"Pelaku yang belakang (dibonceng) langsung menarik tas istri saya hingga putus," katanya saat dihubungi awak media, Minggu (3/10/2021).

Widodo mengaku sempat berupaya mengejar para pelaku. Tapi, mengingat kapasitas kecepatan mesin motornya yang terbilang tak sepadan dengan motor  sarana aksi para pelaku, ia menahan niatnya itu.

Lagipula, dirinya juga saat itu sedang membonceng istri dan anaknya yang terbilang masih keci.

Namun, seingat Widodo, para komplotan jambret itu kabur ke arah kawasan di Jalan Widodaren.

"Untung saya nggak jatuh, cuma oleng. Pelaku ngebut pakai motor matik jenis Honda Beat," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved