Breaking News:

Berita Mojokerto

Pelaku Asusila Terhadap Anak SMP di Mojokerto Kini Ditangkap, Polisi Ungkap Fakta Soal Tersangka

Selain tersangka WN ada tersangka lain yakni PJ (65) namun berkas yang bersangkutan masih belum lengkap untuk dilimpahkan ke Kejari Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Aqwamit Torik
Shutterstock.com
Ilustrasi borgol 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya menahan tersangka WN (57) warga Kecamatan Dlanggu yang terlibat kejahatan asusila persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Perbuatan biadab tersangka WN menyetubuhi korban siswi SMP asal Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokarto hingga hamil.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo mengatakan pihaknya menahan tersangka sekaligus penyerahan berkas P21 yang dinyatakan lengkap di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, pada Kamis kemarin.

”Tersangka kami tahan kini berkas sudah lengkap dalam proses tahap dua di Kejari Mojokerto," ungkapnya, (3/10/2021).

Baca juga: Profil Lukas Enembe, Gubernur Papua Dua Periode yang Namanya Digunakan Stadion Pembukaan PON Papua

Menurut dia, tersangka WN yang terlibat kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kini ditahan di Mapolres Mojokerto dengan status tahanan titipan Kejari.

Sebenarnya, lanjut Andaru, selain tersangka WN ada tersangka lain yakni PJ (65) namun berkas yang bersangkutan masih belum lengkap untuk dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Mojokerto.

Tersangka PJ diduga melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap korban namun tidak sampai menyetubuhi seperti yang dilakukan tersangka WN.

Kedua tersangka akan dijerat pasal berbeda yaitu tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan tersangka PJ terkait pelecehan seksual.

”Kalau tersangka ini (Wuliyono) dijerat pasal persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan tersangka satunya (Pujiono) dikenakan pasal pelecehan lantaran dia tidak menyetubuhi korban,” ucap Andaru.

Andaru mengaku tidak menahan tersangka lantaran mempertimbangkan faktor usia yang rentan terpapar Covid-19. Sebab, saat itu bersamaan lonjakan kasus Covid-19 dan kondisi Rutan penuh.

”Jadi kami mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan tersangka karena kondisi Rumah Tahanan (Rutan) penuh," tandasnya.(don/ Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved