Breaking News:

Berita Surabaya

Kronologi Motor Honda Beat Milik Bu Guru Les Raib Digondol Maling di Surabaya, CCTV Rekam Aksi

Insiden memilukan itu terjadi saat ia sedang mengajar les bimbingan belajar (bimbel) di kediaman saudaranya, Jalan Randu No 58A, Kenjeran, Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Aqwamit Torik
istimewa
Ilustrasi (gambar tak terkait berita) - Rekaman CCTV aksi pencurian motor Honda Beat yang terjadi di Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Nasib apes menimpa Ashfiatin Nada warga Kenjeran, Surabaya.

Motor Honda Beat bernopol L-6215-OR miliknya raib, digondol komplotan maling, pada Selasa (28/9/2021) malam.

Insiden memilukan itu terjadi saat ia sedang mengajar les bimbingan belajar (bimbel) di kediaman saudaranya, Jalan Randu No 58A, Sidotopo Wetan, Kenjeran.

Korban Ashfiatin Nada mengungkapkan, insiden tersebut bermula saat dirinya mengajar les bimbel, sekitar pukul 17.20 WIB.

Seperti biasanya, ia memarkirkan motornya itu di samping rumah tetangganya, dalam keadaan dikunci pada setirnya.

Ashfiatin mengaku sudah mengajar les bimbel di kediaman saudaranya itu, kurun waktu dua bulan, belakangan ini.

Baca juga: Lihat Motor Honda Beat Terparkir di Teras Rumah, Dua Maling ini Langsung Bagi Tugas, Begini Aksinya

Kurang lebih satu jam kemudian, saat ia hendak pulang ke rumah, ternyata Ashfiatin mendapati motornya tidak lagi ada di area parkir seperti biasa, sekitar pukul 18.58 WIB.

"Kejadian di rumah saudara. Saya udah ngajar les 2 bulan," ujar mahasiswi semester tiga kampus swasta di Surabaya itu, pada TribunJatim.com, Senin (4/10/2021).

Mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat (kesmas) itu, mengungkapkan dirinya sempat memeriksa rekaman video CCTV yang terdapat di kediaman tetangga saudaranya itu.

Namun, sayang kualitas video CCTV tersebut tidak dapat secara detail keterangan plat nopol kendaraan yang dipakai sarana beraksi pelaku pencurian.

Ashfiatin menduga, pelakunya berjumlah dua orang yang membagi tugas, sebagai eksekutor pencurian dan joki motor yang dikendarai untuk beraksi.

"Saya juga tanya tetangga sekitar saat setelah kejadian, katanya lihat 2 orang. Perkiraan orang sekitar situ," tuturnya.

Akibat insiden tersebut, ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp17 Juta. Motor tersebut biasa digunakan oleh anggota keluarganya untuk beraktivitas, termasuk untuk digunakannya menuju ke lokasi tempat les bimbel.

Pascakejadian, Ashfiatin mengaku sudah melaporkan insiden kriminalitas yang dialaminya itu ke markas kepolisian setempat, dengan dipandu melalui call center Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Sudah, awal nya call center Polrestabes Tanjung Perak, kemudian di suruh lapor kehilangan ke Polsek Kenjeran," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved