Breaking News:

Berita Surabaya

Sosialisasi Tilang Elektronik, Dishub Kota Surabaya Pasang Boneka Squid Game Pantau Pengendara

Boneka serial film Squid Game dihadirkan dalam sosialisi tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Surabaya.

Instagram/dishubsurabaya
Layar tangkap video sosialisasi tilang elektronik di Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tim E-Dishub Kota Surabaya menyajikan boneka serial film Squid Game dalam sosialisi tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Dalam video yang diunggah di akun resmi Instagram @dishubsurabaya, boneka tersebut terlihat di salah satu persimpangan lampu lalu lintas.

Boneka itu bertugas memberi instruksi agar peserta berjalan saat lampu hijau dan berhenti saat lampu merah.

Saat lampu hijau, para pengendara diperbolehkan melintas.

Namun saat lampu merah, boneka akan membalikkan kepala dan melihat apakah ada pengendara yang melanggar atau tidak.

Bila ada yang melanggar, petugas akan mengambil bukti pelanggaran menggunakan kamera tilang elektronik.

Baca juga: Tak Ada Sanksi Tilang saat Operasi Patuh Semeru 2021, Pelanggar Lalu Lintas akan Diberikan Teguran

Petugas juga berpesan, sistem ETLE dapat mengurangi pelanggaran lalu lintas yang sering dilakukan oleh masyarakat.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan pengguna jalan bahwa banyak persimpangan dan ruas jalan sudah terpasang CCTV tilang elektronik atau ETLE.

"Pelanggar akan menerima surat tilang bila terekam melakukan pelanggaran traffic light , marka jalan, melebihi batas kecepatan, ataupun tidak memasang safety belt dan menggunakan ponsel saat berkendara," ujarnya Senin (4/10/2021).

Irvam juga memaparkan, total kamera yang terpasang di seluruh penjuru Kota Pahlawan sebanyak 53 titik, 43 titik di simpang, dan 10 titik di ruas untuk speed cam atau pelanggar batas kecepatan.

"Pemkot surabaya dan kepolisian berharap masyarakat tertib dan mengikuti rambu, marka dan tidak melanggar isyarat traffic light," ucapnya.

Seperti, lanjut Irvan, lampu merah, melebihi garis stop, tidak melebihi kecepatan dalam kota 40 km. Selain itu, semua aktifitas pengguna jalan.

"Di jalan dipantau kamera. Ini mengubah pola pikir atau mindset, kalau dulu tidak ada petugas, bisa melanggar lalu lintas," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved