Breaking News:

Berita Malang

Kasus Covid-19 di Kota Malang Menurun, Wali Kota Sutiaji Kini Mulai Fokus Penguatan Ekonomi

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, berdasarkan hasil survei pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang masih minus di angka 2,26.

Dok Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemkot Malang kini fokus dalam menguatkan ekonomi, setelah kasus pasien Covid-19 di Kota Malang menurun.

Penguatan ekonomi di Kota Malang dilakukan melalui sejumlah program, yang sejak pandemi Covid-19 telah dilakukan oleh Pemkot Malang.

Sejumlah program itu di antaranya melakukan revitalisasi pasar, memberikan pelatihan kepada IKM dan UMKM, hingga menyalurkan jaring pengaman sosial kepada masyarakat.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, berdasarkan hasil survei pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang masih minus di angka 2,26.

Untuk itu, di tahun ini, dia berharap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang perlahan-lahan mulai bangkit, seiring adanya kelonggaran-kelonggaran yang mulai dilakukan.

"Fokus kami saat ini adalah penguatan ekonomi. Terutama ekonomi mikro. Kami optimis di tahun ini mudah-mudahan bisa plus. Karena lonjakan Covid-19 ini terjadi di Juli-Agustus 2021. Berbeda dengan tahun kemarin yang sejak April-November 2020," ucap Sutiaji, Selasa (5/10).

Sutiaji menyampaikan, revitalisasi pasar menjadi fokus utama untuk percepatan penguatan ekonomi.

Saat ini saja, total ada empat pasar di Kota Malang yang sedang direvitalisasi. Di antaranya ialah di Pasar Lesanpuro, Pasar Gadang Lama, Pasar Bunul dan Pasar Madyopuro.

"Khusus revitalisasi pasar ini yang direvitalisasi bukan pasarnya saja. Tapi juga mindsetnya orang. Contoh, sekarang pedagang di Pasar Oro-oro Dowo senang, karena pasarnya bersih dan nyaman. Sehingga, revitalisasi dari 26 pasar akan kami lakukan percepatan," ujarnya.

Selanjutnya ialah program OJIR (ojok percoyo rentenir) yang saat ini sudah berjalan di Kota Malang.

Program ini memudahkan pedagang atau pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha agar tidak terjerat rentenir.

Hal ini selaras dengan program TPAKD Kota Malang untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang tujuannya ialah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Malang.

"Program OJIR ini tetap jalan. Termasuk banyak dari pelaku ekonomi yang telah mendapatkan guliran bantuan sosial baik dari APBN dan APBD. Uangnya itu yang dibelanjakan. Kami harapkan perekenomian di kami semakin menguat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved