Breaking News:

Berita Kediri

Korban Jamu Beracun di Kediri Tak Hamil, Kuasa Hukum Minta Kasus Dihentikan: Berawal dari Kebohongan

Kuasa hukum pelaku kasus jamu beracun minta kasus pembunuhan remaja Q (14) dihentikan setelah temuan fakta baru.

TRIBUNMADURA.COM/Farid Mukarrom
Taufik Dwi Kusuma, kuasa hukum pelaku kasus jamu beracun di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, bernama AAN (15), Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Taufik Dwi Kusuma, kuasa hukum pelaku kasus jamu beracun di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, bernama AAN (15), meminta kasus pembunuhan remaja Q (14) dihentikan.

Taufik Dwi Kusuma mengatakan, hal itu dilakukan lantaran sudah ditemukan bukti jika korban kasus pembunuhan itu tidak hamil.

"Dan oleh karena hasil tersebut dinyatakan negatif maka, kami menduga bahwa motif terjadinya tindak pidana tersebut berawal karena ada unsur kebohongan yang dilakukan oleh korban kepada anak (korban)," kata dia kepada TRIBUNMATARAMAN.COM ( grup TribunMadura.com ) Selasa (5/10/2021).

Ia menyampaikan jika terjadinya tindak pidana tersebut diawali dengan unsur kebohongan korban yang mengaku hamil kepada tersangka.

"Kami selaku penasehat hukum menilai bahwa perbuatan tindak pidana anak tersebut turut juga mengalami dampak hukum dari perbuatan si korban," jelasnya.

Baca juga: Pria Madura Dibakar Hidup-Hidup Karena Diduga Mencuri, Tinggal Kerangka Motor, Polisi Dalami Kasus

"Secara hukum dampak yang dirasakan oleh anak adalah diberi sanksi pidana dengan penerapan (Pasal 338 KUHP) dengan pembunuhan berencana Pasal (340 KUHP) yang disangkakan oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Ia meniilai, seharusnya pihak kepolisian dalam pemberian sangkaan pertanggungjawaban pidana kepada anak haruslah mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak di masa mendatang atau di masa depan asas (ultimum remedium).

"Kami berharap pihak kepolisian, melakukan trobosan penyelesaian hukum dengan cara diversi, hal ini dapat dilakukan oleh penyidik kepolisian (diskresi) tersebut kepada anak tanpa dengan meneruskannya ke jaksa penuntut umum," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres AKP Rizkika Atmadha saat dikonfirmasi mengenai desakan dari pengacara, menjelaskan jika pihaknya akan tetap melakukan proses penyidikan hingga ke penuntutan.

"Pasal yang kita lakukan adalah delik formil, apabila ada permintaan untuk menghentikan saya rasa jauh (tidak mungkin)," jelasnya kepada TRIBUNMATARAMAN.COM ( grup TribunMadura.com ).

Baca juga: Fakta Baru Kasus Jamu Beracun di Kediri, Korban Dinyatakan Tak Hamil, Ada Sesuatu dalam Darahnya

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved