Breaking News:

Berita Surabaya

Prahara Kasus Bupati dan Wabup Bojonegoro Resmi Ditangani Polda Jatim, Dilimpahkan ke Ditreskrimsus

Pengambil-alihan laporan prahara Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro ke Polda Jatim tersebut terhitung sejak Kamis (7/10/2021).

KOMPAS.COM/A. FAIZAL
Ruang Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (13/1/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim mengambil alih kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah atas laporan Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto

Pengambil-alihan laporan prahara Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro ke Polda Jatim tersebut terhitung sejak Kamis (7/10/2021) atau 29 hari setelah laporan diterima Polres Bojonegoro.

Kini, laporan dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik itu akan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Dari hasil gelar perkara awal diputuskan untuk perkara tersebut ditarik dan ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombe Pol Gatot Repli Handoko, saat dihubungi TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Kamis (7/10/2021).

Sebelumnya, perseteruan antara Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto dengan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bermula saat sang bupati menulis sebuah konten informasi melalui media elektronik.

Konten yang ditulis Bupati Bojonegoro itu dinilai cenderung menyudutkan sosok pribadi sang Wakil Bupati Bojonegoro.

Baca juga: Aksi Seribu Lilin di Balai Kota Malang, Massa Minta Kasus Dugaan Pelanggaran PPKM Diusut Tuntas

Dalam konten informasi yang dimaksud, Anna Muawanah menuliskan secara jelas beberapa hal yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan bersifat tuduhan miring yang menyudutkan pribadi di hadapan publik.

Atas tindakan itu, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto lantas membuat laporan ke Mapolres Bojonegoro pada Kamis (9/9/2021).

Laporan tersebut berbunyi dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik grup jurnalis dan informasi, dengan nama terlapor Anna Muawanah, yang notabene pimpinan dari si pelapor.

Kemudian, 16 hari setelah laporan tersebut, pihak Satreskrim Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan dengan memeriksa dua orang saksi.

Mereka merupakan warga sipil yang berprofesi sebagai jurnalis, yakni Rachmat Bima Kusrinto dan Yusti Rubiantika.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Frans Dalanta Kembaren mengungkapkan, dua orang warga sipil berprofesi jurnalis itu diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut.

Saksi diperiksa untuk dimintai keterangan atas apa yang diketahui dalam perkara ini, karena mereka masuk sebagai anggota di grup WhatsApp Jurnalis dan Informasi dan menyaksikan adanya konten informasi yang diduga menyinggung pribadi orang lain.

"Hari ini ada dua saksi yang diperiksa di waktu yang berbeda, pagi dan siang," ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerja, di Mapolres Bojonegoro, Jumat (24/9/2021).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved