Berita Malang

Reka Ulang Kasus Pembunuhan Istri Siri di Malang, Tersangka Peragakan Adegan Kunci di Kamar Mandi

Reka ulang kasus pembunuhan istri siri tersebut dilakukan di lokasi kejadian, yaitu di Jalan Emprit Mas, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Reka ulang kasus pembunuhan istri siri di Kota Malang, Kamis (7/10/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Satreskrim Polresta Malang Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan istri siri, Kamis (7/10/2021) siang.

Reka ulang kasus pembunuhan istri siri tersebut dilakukan di lokasi kejadian, yaitu di Jalan Emprit Mas, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Rekonstruksi kasus pembunuhan istri siri dilakukan selama dua jam, yaitu mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Dalam rekonstruksi tersebut, selain menghadirkan tersangka Sofianto Liemmantoro alias Sofyan (56), polisi juga menghadirkan Bayu Alunratrie (23), anak korban, sebagai saksi.

Tersangka memperagakan secara jelas bagaimana ia melakukan pembunuhan tersebut dan merancang agar seolah-olah korban meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi.

Dari pantauan TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), tidak terlihat raut wajah penyesalan ataupun kesedihan dari tersangka saat memperagakan adegan per adegan pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, rekonstruksi dilakukan agar pihaknya bisa mengetahui secara detail kejadian pembunuhan tersebut.

Baca juga: Korban Jamu Beracun di Kediri Tak Hamil, Kuasa Hukum Minta Kasus Dihentikan: Berawal dari Kebohongan

"Kita lakukan rekonstruksi pada hari ini, dengan tujuan agar kita bisa mengetahui secara detail, kejadian per kejadian dan adegan per adegan," kata dia.

"Dan tadi, ada sekitar 55 adegan yang sudah diperagakan oleh tersangka," ujarnya.

Dalam rekonstruksi tersebut, Satreskrim Polresta Malang Kota juga menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

"Kami juga didampingi oleh Kasi Pidum Kejari Kota Malang. Jadi, kami sama-sama menjadikan satu persepsi terkait penanganan perkara ini," tambahnya.

Dirinya menerangkan dalam rekonstruksi itu, pihaknya tidak menemukan fakta baru terkait kejadian pembunuhan tersebut.

"Tidak ada, semua sama seperti yang diceritakan tersangka. Dan dari hasil rekonstruksi ini, dugaan kami tetap sama, yaitu pembunuhan berencana," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Kusbiantoro menerangkan, pihaknya diundang oleh Polresta Malang Kota untuk menyaksikan rekonstruksi tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved