Breaking News:

Berita Sumenep

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Ungkap Soal Peningkatan Tata Kelola Desa Melalui Aplikasi Digdaya

Sosialisasi aplikasi sistem informasi "Digdaya" itu digelar di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, tepatnya di Jalan Raya Lenteng Sumenep

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi didampingi Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli dalam kegiatan sosialisasi Sistem Informasi Digdaya secara daring, Jumat (8/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat menggelar sosialisasi sistem informasi desa, yakni Data Integrasi Desa Berdaya (Digdaya) secara daring.

Sosialisasi aplikasi sistem informasi "Digdaya" itu digelar di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, tepatnya di Jalan Raya Lenteng Sumenep pada hari Jumat (8/10/2021).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam kesempatan itu mengapresiasi program sistem informasi Digdaya yang disiapkan oleh DPMD setempat.

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, dengan adanya aplikasi tersebut ketersediaan data yang lengkap akan mapu membantu pemerintah desa dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan mendistribusikan pelayanan dengan baik.

Baca juga: Heboh, Warga Sumenep Temukan Penyu Raksasa Saat Mengambil Rumput Laut

"Bahkan saat ini berbagai daerah telah bersaing memanfaatkan skema BIG data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan," kata Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sebagai salah satu leading sector merespon dengan membuat aplikasi bernama desa online.

"Melalui desa online ini, desa dapat dapat dengan mudah mengorganisir data dan informasi desanya, bahkan Kementerian dalam negeri juga mengembangkan aplikasi profil desa dan kelurahan (prodeskel) sebagai cara bagi Kemendagri untuk memantau data desa yang menjadi acuan untuk menetapan besaran dana desa (DD)," jelasnya.

Dalam upaya mendukung dan mewujudkan kebijakan smart city villagr (kota pintar dan desa cerdas) tersebut kata Achmad Fauzi, dan Pemkab Sumenep kini telah mengembangkan aplikasi sistem informasi bernama "Digdaya".

"Maka dengan adanya aplikasi Digdaya ini,  diharapkan mempercepat pengelolaan data desa, misalnya data kependudukan, sarana prasarana, anggaran desa, itu dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,"  harap Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini.

Bahkan menurut Achmad Fauzi hal tersebut menekankan tiga hal, diantaranya pertama, aplikasi Digdaya tersebut sangat efektif bila didukung jaringan internet.

"Dari itu saya harapkan pada semua kades untuk menyiapkan fasilitas internet sebagai kebutuhan aplikasi Digdaya ini, dan untuk tenaga listrik pemerintah sudah berupaya bagaimana semua wilayah teraliri 24 jam penuh," katanya.

Titik telan yang kedua katanya, jangan sampai aplikasi ini jangan hanya berkitat di input data.

Namun dimanfaatkan untuk m2ningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan DD. Tujuannya, agar DD lebih tepat sasaran dengan adanya data yang tersedia.

"Yang ketiga itu, keberadaan sistem informasi desa atau aplikasi Digdaya ini jangan berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, namun sebagai kebutuhan untuk mempermudah kerja dan pelayanan pada Masyarakat," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved