Breaking News:

Berita Lamongan

Dispendukcapil Lamongan Jemput Bola Bantu Masyarakat Pasangan Nikah Siri Dapatkan KK dan KTP

Dispendukcapil Lamongan memberikan KK dan KTP kepada  11 orang suami istri dari hasil nikah siri di wilayah Kecamatan Babat

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Dok Kemenag Kota Malang
Ilustrasi Kartu Nikah Digital 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Sejak Kemendagri merestui pasangan suami-istri yang nikah siri bisa dimasukkan dalam satu kartu keluarga atau KK direspon cepat  Dispendukcapil Lamongan Jawa Timur 

Pada Jumat (8/10/2021) Dispendukcapil Lamongan memberikan KK dan KTP kepada  11 orang suami istri dari hasil nikah siri di wilayah Kecamatan Babat.

Menurut Sugeng,  11 warga yang belum memiliki surat atau dokumen kependudukan langsung  mengikuti sidang Isbat terpadu di Kecamatan Babat.

"Sidang Isbat itu bisa menjawab jika orang nikah siri dinikahkan melalui sidang isbat sehingga status nikah tercatat, dan saat itu juga kita buatkan KK dan KTP, " Kepala Dispendukcapil Lamongan,  Sugeng Widodo kepada Surya.co.id, Jumat (8/10/2021).

Sejak aturan tersebut dibuat pihaknya sudah langsung menerapkan dan jemput bole kolaborasi dengan KUA di tingkat kecamatan.

KUA di kecamatan yang mendata dan tahu berapa jumlah warga yang nikah siri. Hanya saja, kata Sugeng, pihaknya tidak bisa mengetahui berapa jumlah pastinya pasangan nikah siri yang sudah mengurus Kartu Keluarga (KK).

"Kami tidak bisa mengetahui dengan pasti karena jumlahnya bercampur dengan warga yang mengurus KK tapi tidak bisa menunjukkan surat nikah saat mengurus KK," kata Sugeng

Ditambahkan, tujuan menerapkan aturan pasangan nikah siri bisa mendapatkan KK itu untuk memberikan kepastian bagi siapapun warga negara baik istri maupun anaknya supaya tercatat di dokumen kependudukan. 

Sugeng mengungkapkan, syarat yang harus dipenuhi pasangan nikah siri yang mengajukan permohonan masuk dalam KK, yaitu harus mencantumkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Di dalam KK sekarang ada status perkawinan dimana yang melampirkan surat nikah resmi itu akan tercatat di KK dengan status 'kawin tercatat' tapi kalau yang nikah siri atau yang tidak bisa menunjukkan surat nikah tapi dia sudah satu keluarga itu statusnya 'kawin tidak tercatat'.

Menurut Sugeng, Dispendukcapil Lamongan akan intens turun ke kecamatan-kecamatan untuk menjalankan program tersebut.

Pekan depan, giliran Dispendukcapil akan turun ke Paciran. Pihaknya belum jumlah pasti pasangan nikah siri di Paciran yang akan ikut sidang Isbat untuk proses mendapatkan surat nikah, KK dan KTP.

Sugeng optimis akan ada banyak para pasangan suami istri yang nikah siri untuk mengurus KK dan KTP. 
Namun mereka harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku. Termasuk harus mengikuti sidang Isbat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved