Berita Ponorogo

Antisipasi Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pemkab Ponorogo Terus Kebut Pembangunan RS Darurat

Pemkab Ponorogo tetap melanjutkan pembangunan RS Darurat kendati penularan kasus Covid-19 telah menurun.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Pembangunan RS Darurat di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Tambakbayan, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Ponorogo, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Kendati penularan kasus Covid-19 di Ponorogo telah menurun, Pemkab Ponorogo tetap melanjutkan pembangunan RS Darurat.

Hal ini dilakukan Pemkab Ponorogo sebagai antisipasi jika nantinya warga yang terpapar Covid-19 kembali meningkat seperti sebelumnya.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Dr Harjono Ponorogo, Abraham Reza mengatakan, saat ini peralatan kesehatan (alkes) untuk rumah sakit tersebut sudah tersedia.

Bisa dibilang, RS Darurat yang menggunakan gedung Sentra IKM Tambakbayan di Jalan Trunojoyo tersebut sarana dan prasarananya telah terpenuhi.

"Saat ini sebagian peralatan sudah disimpan di gedung RS. Lapangan itu," kata Reza, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Jatim Sepi Pasien, Kepala Dinkes Minta Warga Tetap Disiplin Prokes 6M dan 3T

Reza mengakui, dalam pembangunan RS Darurat tersebut, tahapan pengadaan peralatan kesehatan memang membutuhkan waktu yang paling lama.

Lantaran barang tidak selalu ada sehingga harus memesan dahulu melalui E-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP).

"Hampir semua alkes sudah terbeli, hanya tabung oksigen saja yang belum tersedia," jelas Reza.

Sebelum RS darurat dioperasikan, Pemkab Ponorogo juga harus memastikan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di RS tersebut telah tersedia.

Kasus Covid-19 di Bumi Reog sendiri sebenarnya terus turun.

Per 9 Oktober kasus aktif Covid-19 tinggal 50 pasien saja.

Sementara pembangunan RS Darurat sendiri dilatarbelakangi dengan membeludaknya kasus Covid-19 di Ponorogo pada bulan Juli-Agustus lalu.

Pada bulan-bulan tersebut, kasus Covid-19 di Ponorogo membeludak hingga ruang isolasi di seluruh rumah sakit rujukan penuh.

Untuk menampung pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk RS, pihak RSUD Dr Harjono Ponorogo hingga harus mendirikan tenda darurat di lapangan parkir depan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved