Breaking News:

Berita Sumenep

DBHCHT 2021 Dimanfaatkan Dinas Kesehatan Sumenep Untuk Obat-Obatan dan Alat Medis Puskesmas 

DBHCHT sebesar Rp.3,7 miliar yang  dimanfaatkan untuk pengadaan obat dan bahan medis di sejumlah Puskesmas, baik daratan maupun kepulauan.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kantor Dinas Kesehatan Sumenep, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep mendapatkan kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Dana itu sebesar Rp.3,7 miliar yang  dimanfaatkan untuk pengadaan obat dan bahan medis di sejumlah Puskesmas, baik daratan maupun kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono mengatakan bahwa dana itu untuk pengadaan obat-obatan dengan pagu anggaran Rp 2.04 miliar dan bahan medis habis pakai sebesar Rp1.7 miliar.

"Semua itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di puskesmas. Seperti, pengadaan obat, vitamin, spet suntik dan lainnya," kata Agus Mulyono saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, pembelian obat untuk puskesmas, berupa obat pengendalian penyakit, rawat inap dan rawat jalan, realisasinya cukup tinggi.

Baca juga: Partai Ummat Ditinggal Sejumlah Pengurusnya, Amien Rais Beraksi, Singgung Masa Lalunya dengan PAN

"Untuk pengadaan obat yang sudah terealisasi 85 persen dan untuk bahan medis habis pakai baru terserap 70 persen," teranganya.

Selain untuk memenuhi dua kegiatan tersebut, pihaknya juga memanfaatkan DBHCHT untuk menanggung kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) JKN-BPJS sebanyak 57.120 orang.

"Anggaran yang sudah dimanfaatkan mencapai Rp 24 miliar, dari total dana yang diterima Rp 27.7 miliar," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved