Breaking News:

Berita Lumajang

Kreatif, Warga di Lumajang ini Ubah Limbah Kayu Jadi Karya Seni 3 Dimensi

Pria yang karib disapa Didik ini punya usaha rumahan kerajinan patung di Dusun Mbayeman, Kelurahan Citrodiwangsan, Kabupaten Lumajang

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Endik Sujiharjo saat memahat patung ikan dari limbah kayu, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Jemari tangan Endik Sujiharjo cekatan mengukir ekor pada bagian patung ikan yang dibuat dari limbah kayu

Tiga jam lalu, dia membuat patung dengan cara membuat pola pada limbah kayu. Lalu, dia potong-potong kayu sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, dia mengukir kayu hingga berbentuk mirip dengan ikan. Dua hari lagi, itu patung ikan akan diambil oleh pemesannya.

Pria yang karib disapa Didik ini punya usaha rumahan kerajinan patung di Dusun Mbayeman, Kelurahan Citrodiwangsan, Kabupaten Lumajang.

Bengkel galeri berada di belakang perkampungan. Lokasinya dekat aliran sungai kecil. Suara gemricik sungai dia jadikan bahan untuk mencari inspirasi membuat karya hingga bernilai ratusan juta.

Bisnis ini Didik bangun sekitar 3 tahun lalu. Tepatnya 1 tahun sebelum pandemi Covid-19 datang. 

"Saya pernah itu 3 tahun lalu, di Pameran Hari Jadi Lumajang miniatur jaran kencak buatan saya dipesan 10 sama Pak Sekda. 1 patung dihargai Rp 1 juta," kenangnya.

Baca juga: Dalam 3 Hari, 5 Ekor Sapi Milik Warga Pasirian Lumajang Digondol Maling, Pemilik Rugi Puluhan Juta

Selesai menggarap pesanan miniatur jaran kencak, nama Endik beriringan melejit, terutama di kalangan UMKM. Banyak kepala dinas memesan hiasan meja, seperti tempat tatakan bolpoin, dan miniatur-miniatur ikon Lumajangan untuk hiasan meja.

Bahkan, dia juga ahli membuat miniatur 3 dimensi patung-patung berkarakter manusia. Karya-karya itu membuat Didik bisa meraup pundi-pundi rupiah.

"Pernah dapat pesanan gantungan kunci itu sampai 300 biji. Saya sampai benar-benar kewalahan," ujarnya.

Pria berusia 56 tahun ini cerita kepiawaiannya  memahat kayu didapat setelah jeli menggali potensi diri. Kata Didik, tangannya sejak dulu selalu gatal jika matanya melihat barang-barang bekas dibuang begitu saja.

"Dari kecil memang ada barang gak kepakai gitu saya otak-atik bikin apa gitu. Sampai akhirnya waktu bangun rumah, itu kan ada banyak limbah kayu, saya jadikan kerajinan eh ternyata banyak orang suka," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved