Breaking News:

Berita Probolinggo

11 Saksi Kembali diperiksa KPK, Penyidikan Berkembang ke Kasus Gratifikasi dan TPPU

Saksi yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, yakni Notaris, Poedji Widajani, I Nyoman Agus Pradnyana, dan Fenny Herawati

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
Pemeriksaan saksi-saksi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo di Polres Probolinggo Kota, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Penyidik KPK kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Bahkan, kini, penyidikan sudah dikembangkan pada dugaan kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk tersangka Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan ada 11 saksi yang diperiksa di Mapolresta Probolinggo, Selasa (12/10).

Belasan saksi yang dipanggil antara lain merupakan pejabat eselon II dan notaris.

"Pemeriksaan saksi TPK (tindak pidana korupsi) terkait  seleksi jabatan di lingkungan  Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun  2021, dugaan gratifikasi dan TPPU untuk tersangka PTS (Puput Tantriana Sari) dan kawan-kawan," katanya melalui pesan singkat kepada Surya.

Saksi yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, yakni Notaris, Poedji Widajani, I Nyoman Agus Pradnyana, dan Fenny Herawati.

Baca juga: Update Pemeriksaan Saksi di Probolinggo, Penyidik KPK Bawa Dua Koper Usai Periksa 11 Saksi

Kemudian, Fungsional Pertama Pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo, Nuzul Hudan, seorang PNS, Winda Permata Erianti, Kasi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Jasa Konstruksi & Peralatan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Cahyo Rachmad Dany, dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto.

Lalu, Kabid Mutasi BKD Kabupaten Probolinggo, Taufiqi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, dan Subbag Keuangan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Widya Yudyaningsih.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo terkait kasus jual beli jabatan kepala desa, Senin (30/8).

Kasus tersebut menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved