Breaking News:

Berita Pamekasan

DPRD Pamekasan Galang Tanda Tangan Pembangunan Tol Trans Madura

ketua DPRD Pamekasan, Ismail, mulai menggalang dukungan tanda tangan kepada anggota DPRD Pamekasan, untuk percepatan pembangunan TTM

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/MUCHSIN RASJID
Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail, menunjukkan proposal berikut dukungan tanda tangan anggota DPRD Pamekasan. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Rencana pembangunan jalan Tol Trans Madura (TTM), sepanjang 130,14 km, yang digagas sejumlah tokoh masyarakat Madura, sejumlah ulama Madura dan akademisi Madura, kini mendapat dukungan dari DPRD Pamekasan.

Sejak beberapah hari belakangan ini, Ketua DPRD Pamekasan, Ismail, mulai menggalang dukungan tanda tangan kepada anggota DPRD Pamekasan, untuk percepatan pembangunan TTM, yang lokasinya di sekitar poros selatan. Anggaran keseluruhan yang dibutuhkan untuk pembangunan TTM itu diperkirakan menelan dana sebesar Rp 22,173 triliun.

Ketua Komisi III, DPRD Pamekasan, Ismail kepada Surya, Selasa (12/10/2021) mengatakan, sampai hari ini, dari 45 anggota dewan, sebanyak 14 orang yang sudah tanda tangan.

Anggota lainnya, menyul, karena kesibukan di dewan termasuk rapat paripurna, sehingga belum sempat untuk tanda tangan. Namun dipastikan, semua anggota dewan tada tangan.

Dikatakan, dukungan tanda tangan ini, nantinya akan dismpaikan ke presiden. “Semua anggota dewan Insya Allah setuju dan mendukung, agar pemerintah pusat segera membangun tol di Madura ini. Karena itu, teman-teman kami minta tanda tangan dukungannya. Sebab pembangunan tol ini, bukan sekadar mengatasi kemacetan saja, melainkan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah di Madura,” kata Ismail.

Baca juga: Tahun 2022, Pemkab Pamekasan Prioritas 4 Hal Pokok, Mengentaskan Kemiskinan hingga Pemulihan Ekonomi

Ismail mengakui, penggalangan tanda tangan ini dilakukan, karena dirinya sering mengikuti diskusi termasuk di saat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di kampus Universitas Dr Soetomo, beberapa waktu lalu.

Dan ia diberi amanah ketua Dewan Pembangunan Madura (DPM) untuk menggalang dukungan di kalangan dewan.

Dijelaskan, dalam mengatasi kemacetan di Madura, pada FGD itu muncul beberapa opsi. Pertama menghidupkan kembali rel Kereta Api (KA) dari Kalinget, Sumenep sampai Kamal, Bangkalan.

Namun berdasarkan kajian yang dipaparkan pihak konsultan Institut Teknologi Surabaya (ITS), opsi pertama ini, risikonya berat dan biayanya besar. Sebab di atas rel KA dari Sumenep – Kamal sudah berdiri ribuan rumah warga, perkantoran dan pertkoan. Jika ini dipaksakan, terjadi penggusuran sehingga memicu konflik sosial yang tinggi.

Sedang opsi kedua, pelebaran jalan nasional dan di sejumlah titik-titik kemacetan akan dibangun jalan layang. Tapi ini merupakan solusi sesaat, bukan untuk jangka panjang dan opsi ke tiga ini pembangunan TTM.

“Hasil survey menyatakan, dari seluruh provinsi di Indonesia, sekarang ini, Madura berada di urutan ke delapan arus transportasinya terpadat dan tersibuk. Karena jumlah kendaraan bermotor di Madura tiap tahun meningkat tajam sampai ratusan ribu,” kata Ismail.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved