Breaking News:

Berita Sampang

PCNU Sampang Ambil Jalur Hukum Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik yang Melibatkan Subaidi Masajid

Tindakan itu dipilih oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang karena upaya kekeluargaan yang dilakukan sebelumnya sudah ditempuh.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Subaidi Masajid (jaket hitam dan berkopyah putih) saat berada di kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, KH. Syafiudin, (11/10/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dugaan kasus pencemaran nama baik Nahdatul Ulama (NU) yang dilakukan Subaidi Masajid warga Desa Batuporo, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura terpaksa di bawa ke jalur hukum.

Tindakan itu dipilih oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang karena upaya kekeluargaan yang dilakukan sebelumnya sudah ditempuh.

Akan tetapi, Subaidi Masajid tetap berpegang teguh atas prinsipnya, artinya ia enggan mengakui kesalahan atas ujaran yang menyebut NU adalah “Mutanajjis Mughaladloh”.

Kalimat itu ia sampaikan melalui pesan suara di Media Sosial (Medsos) Whatsapp (WA) hingga viral.

Dengan kondisi seperti itu PCNU Sampang tidak ingin permasalahan berlarut-larut atau berkembang secara liar.

"Maka kami akan mencari kebenaran tersebut melalui jalur hukum," kata Sekretaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni.

Sementara, Kuasa hukum LPBH NU Sampang, Alfian Farisi menyampaikan, sesuai dari musyawarah yang dilakukan, pihaknya akan melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik ini ke Polres Sampang.

"Tentunya jalur ini diambil sesuai surat Somasi yang sebelumnya sudah disampaikan, bila yang bersangkutan tidak sepakat atas isi Somasi maka kami laporkan ke Polisi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved