Breaking News:

Berita Pamekasan

Peserta WUB Tlanakan Binaan Pemkab Pamekasan Produksi Sandal, Sampaikan Terima Kasih ke Bupati

Pelatihan membuat sandal ini merupakan program pemerintah Kabupaten Pamekasan dan DPM-PTSP Naker

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kabid Pelatihan DPM-PTSP Naker Pamekasan, Dedi Arianto ditemani oleh Kadarisman beserta fasilitator tengah menyerahkan sertifikat dan ijin usaha kepada peserta pelatihan membuat sandal, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Peserta Wirausaha Baru (WUB) Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, berhasil membuat sandal.

Keberhasilan peserta WUB tersebut diperoleh setelah mendapat pelatihan membuat sandal secara gratis.

Pelatihan membuat sandal ini merupakan program pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP Naker) Pamekasan.

Pelatihan ini berlangsung selama 20 hari. 

Terhitung sejak 20 September hingga 10 Oktober 2021.

Baca juga: Ribuan Warga Pamekasan Rela Antre Ikut Vaksin, Bupati Baddrut Tamam Buka 23 Gerai Vaksinasi

Kabid Pelatihan DPM-PTSP Naker Pamekasan, Dedi Arianto menjelaskan, pelatihan sandal ini merupakan salah satu program prioritas utama Bupati Baddrut Tamam.  

Kata dia, salah satunya menciptakan 10 ribu pengusaha baru melalui program WUB atau yang dikenal dengan saputangan biru. 

"Peserta yang sudah bisa memproduksi sandal akan diarahkan oleh fasilitator untuk memasarkan produknya," kata Dedi Arianto saat penutupan pelatihan membuat sandal, di gedung SMK Asubair, Desa Larangan Tokol, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, tujuan dari pelatihan sandal ini, untuk menciptakan peluang bisnis dan mengangkat perekonomian di desa.

"Saya sangat mengapresiasi sekali atas kesuksesan ini. Karena mereka sudah bisa membuat sandal. Insyaallah ada bantuan alat melalui CSR," jelasnya.

Terpisah, Abrori, peserta pelatihan membuat sandal mengucapkan terima kasih kepada pemkab, karena dirinya bisa menjadi bagian dari peserta WUB.

Dia berharap kepada pemerintah agar mendapat bantuan alat produksi sandal.

"Sehingga pasca kegiatan pelatihan ini, kami bisa melanjutkan untuk memproduksi sandal," pungkasnya. 

Informasi tambahan, peserta pelatihan membuat sandal ini usai dilatih mendapat fasilitas seperti konsumsi selama pelatihan, sertifikat pelatihan, ijin usaha dan uang transportasi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved