Breaking News:

Berita Bangkalan

Bersiap Hadapi Bencana saat Cuaca Buruk, Personel Tanggap Bencana Alam Bangkalan Gelar Simulasi

Wakapolres Bangkalan mengungkapkan gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dilakukan sebagai upaya meminimalisir munculnya korban jiwa saat bencana.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Personel gabungan TNI/Polri serta Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan HIdup, hingga Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bangkalan menggelar simulasi tanggap bencana di lapangan Polres Bangkalan, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Personel gabungan TNI/Polri dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bangkalan menggelar simulasi tanggap bencana di lapangan Polres Bangkalan, Jumat (15/10/2021).

Simulasi tanggap bencana itu dilakukan sebagai upaya mempersiapkan personel ketika dihadapkan pada kondisi cuaca buruk sekalipun.

Dari beberapa perlengkapan, personel gabungan mengasah keterampilan menggunakan perahu perahu karet.

Selain bencana tanah longsor di sejumlah kecamatan, ancaman bencana banjir juga mengintai beberapa kecamatan di Kabupaten Bangkalan, terutama pada akhir tahun.

Wakapolres Bangkalan, Kompol Andjar Setijaningrum mengungkapkan, gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dilakukan sebagai upaya meminimalisir munculnya korban jiwa termasuk kerusakan fatal akibat bencana.

Baca juga: Pohon Raksasa Punden Keramat di Tulungagung Tiba-Tiba Terbakar, Damkar Terjunkan 1 Mobil PMK

“Persiapan ini menjadi salah satu upaya pencegahan awal kami dalam penanggulangan bencana. Segala kemungkinan terburuk kami simulasikan, sehingga tercipta rasa aman di tengah masyarakat ketika terjadi bencana,” ungkap Andjar.

Sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana alam, lanjutnya, sudah menjadi komitmen personel gabungan TNI/Polri dan Tim Reaksi Cepat BPBD Bangkalan untuk mewujudkan situasi aman, kondusif , dan mampu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat terdampak bencana alam.

“Kami siap dan harus turun dalam membantu penanganan bencana alam. Oleh karena itu, persiapan ini kami lakukan agar ketika eksekusi nanti bisa berjalan lancar. Biasanya menjelang akhir Oktober hingga akhir Desember, intensitas hujan lebat dan angin kencang cenderung meningkat,” pungkasnya.

Hasil pemetaan BPBD Kabupaten Bangkalan, wilayah rawan bencana banjir meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, Kecamatan Burneh, dan Kecamatan Socah.

Kawasan bencana longsor dipetakan berpotensi di Kecamatan Kokop, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, Kecamatan Galis, dan Kecamatan Tanjung Bumi. Sedangkan wilayah berpotensi bencana angin puting beliung meliputi Kecamatan Burneh, Tragah, dan Kecamatan Kota.

Selain memperagakan peralatan bencana alam, gelar apel juga dijadikan momen untuk mengecek sarana-prasarana dan SDM, mendeteksi sedini mungkin dan pemetaan tingkat kerawanan di beberapa wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris menyatakan, gelar apel dan simulasi tanggap bencana juga menjadi ajang pemantapan koordinasi dan sinergitas lintas sektor sekaligus untuk konsolidasi kesiapan sumber daya dalam penanggulangan bencana.

“Kami pastikan kesiapan sumber daya seperti personel, peralatan, dan pendukung lainnya dalam menghadapi masa pancaroba dari musim kemarau ke penghujan. Peralihan musim biasanya berpotensi terjadi \bencana alam hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor, angin kencang dan cuaca ekstrim lainnya,” singkat Rizal kepada Surya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved