Breaking News:

Berita Pamekasan

Program WUB Sukses Ciptakan Warga Pamekasan Berwirausaha Produktif di Masa Pandemi Covid-19 

Tahun 2021 ini tidak semua pendaftar WUB bisa mendapat bantuan karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Peserta Jebolan WUB Pemkab Pamekasan, Madura saat produksi sepatu produk sendiri. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura berkomitmen akan memberikan bantuan alat dan modal kepada pendaftar Wira Usaha Baru (WIB) tahun 2022 mendatang.

Hal ini akan dilakukan untuk memenuhi keinginan dan masukan dari peserta WUB tahun 2021.

Plt Kepala DPMPTSP Naker, Supriyanto menjelaskan, tahun 2021 ini tidak semua pendaftar WUB bisa mendapat bantuan karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

Namun tahun 2022 mendatang, Pemkab Pamekasan akan berusaha untuk bisa memberikan bantuan kepada pendaftar WUB.

"Program WUB binaan Pemkab Pamekasan hingga kini sudah berjalan mencapai 99 persen sejak digagas tahun 2020 lalu," kata Supriyanto, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Profil Jenderal Hoegeng, Sosok Kapolri di Masa Presiden Soeharto, Disebut Gus Dur Polisi Jujur

Menurut pria yang akrab disapa Supri ini, WUB tersebut dibentuk Pemkab Pamekasan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Kata dia, gagasan lewat WUB ini berhasil memberdayakan masyarakat, dan menciptakan lingkungan berwirausaha yang produktif di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Alhamdulillah bisa dikatakan sukses program WUB ini, meski masih ada kendala sedikit seperti di alat, modal dan pemasaran,” pungkasnya.

WUB yang berada di bawah naungan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker) ini merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam upaya menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama kepemimpinannya. 

Pelatihan berbagai jenis usaha ini dilaksanakan secara gratis.

Bahkan para peserta dibantu alatnya melalui dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

Selain itu, peserta juga diberi pinjaman modal melalui dana channeling dengan bunga nol persen selama setahun.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menfasilitasi pemasarannya, baik online yang bekerja sama dengan beberapa star up, dan pemasaran offline dengan cara mendirikan warung milik rakyat (wamira) yang rencananya akan dibangun di 20 titik pada tahun 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved