Breaking News:

Berita Sampang

Keberadaan Alsintan di Sampang Perlu Pengawasan Ketat, Dinas Pertanian Pastikan Semua Mesin Aman

Sementara sejak tahun 2020 kemarin hingga tahun ini, jumlah Alsintan yang dihibahkan kepada Poktan di Kota Bahari jumlahnya cukup fantastis.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Alat Mesin Pertanian (Alsintan) saat berada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan (Dispertan-KP) Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Keberadaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang dihibahkan oleh pemerintah pusat ke Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Sampang, Madura perlu adanya pengawasan ketat, Minggu (17/10/2021).

Sebab, para penerima tidak diperkenankan menggadaikan apalagi menjual Alsintan tersebut sesuai peraturan yang ada.

Sementara sejak tahun 2020 kemarin hingga tahun ini, jumlah Alsintan yang dihibahkan kepada Poktan di Kota Bahari jumlahnya cukup fantastis.

Pada 2021 saja, jumlah Alsintan yang dihibahkan mencapai 199 unit dengan jenis yang bervariatif.

Rinciannya, Hendtraktor 16 unit, Cultivator 10 unit, Pompa Air 10 unit, mesin panen padi 3 unit dan Supplier sebanyak 160 unit. 

"Bantuan dari Kementerian tahun ini memang jumlahnya banyak, tapi masih lebih banyak 2020 kemarin, sedangkan untuk detailnya kami tidak tahu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pengan Sampang, Suyono.

Baca juga: Pengunjung Pasar di Sampang Meninggal saat Berbelanja, Hasil Pemeriksaan Korban Ungkap Penyebab

Ia menambahkan, dari ratusan Alsintan yang sudah dihibahkan kepada Poktan dipastikan kondisinya aman.

Mengingat, pengawasan dan pendataan yang dilakukan oleh petugas di setiap 14 kecamatan se Kabupaten Sampang rutin dilakukan.

Kemudian hasilnya, hingga saat ini belum menemukan Alsintan yang dijual atau digadaikan ke orang lain.

"Beberapa waktu lalu memang kami turun ke lapangan karena ada informasi tentang dugaan Alsintan yang dijual," tuturnya.

"Tapi ternyata, Alsintan berjenis handtraktor itu tidak dijual, melainkan digunakan di tempat lain," imbuhnya.

Suyono menegaskan tidak akan segan-segan melaporkan pihak terkait bila diketahui menggadaikan atau menjual Alsintan karena alat tersebut merupakan aset kelompok, bukan perorangan.

Kecuali, Alsintan tersebut disewakan karena mesin juga butuh perawatan dengan catatan ada persetujuan dari semua pengurus atau anggota yang ada di kelompok. 

"Untuk uang dari hasil sewa, tidak boleh dijadikan penghasilan pribadi, tetapi kelompok untuk perawatan mesin," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved