Breaking News:

Berita Situbondo

Puluhan Kios di Pasar Asembagus Situbondo Ditutup, Pedagang Pindah Lapak Karena Sepi Pembeli

Puluhan pedagang Pasar Asembagus Kabupaten Situbondo menutup kiosnya karena sepi pembeli.

TRIBUNMADURA.COM/IZI HARTONO
Pedagang Pasar Asembagus, Kabupaten Situbondo, Minggu (17/10/2021). 

"Biaya retribusi yang ditarik hanya sebesar Rp 5000," tukasnya.

Salah seorang pedagang Pasar Asembagus, Umi Kulsum berharap agar para pembeli ramai dan banyak yang mau membeli dagangan para pedagang yang ada di lantai dua pasar.

"Waktu berjualan diatas sepi pak, ya setiao hari saya hanya tidur tiduran dikios, " kata Umi Kulsum.

Wanita yang setiap hari menjual kopi ini menceritakan, karena tidak adanya pedagang dan pembeli tidak mendapat penghasilan dari dagangannya.

"Saya terpaksa turun ke bawah, tapi kondisi panas. Saya berharap diberi kenopi biar matahari tidak masuk, " harapnya.

Selama ini dirinya menyiapkan payung senditi untuk menutup warung kopinya, akan tetapi payung cepat rusak dan itu tidak bertahan lama.

"Saya sudah banyak beli payung, tapi sekarang sudah rusak dan hancur, " kata wanita mungil ini.

Sementara, ketua paguyuban pedagang pasar Asembagus, H Suherman mengatakan, sejak perpindahan dari pasar yang ada di pinggir jalan selatan ke pasar utara jalan raya, penghasilan para pedagang turun drastis.

"Saat pindah yang biasanya penghasilan pedagang 100 persen, sekarang penghasilannya tinggal 20 persen, " ungkap H Suherman.

Pasar dengan simbul mangga (Pao, bahasa madura dari mangga, red), simbul tersebut diartikan oleh dengan kalimat paotangan (berhutang, Red).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved